Supermarket dan Hypermarket juga Dilarang Jual Miras

SURABAYA (Realita) - Pembahasan Pansus Raperda Peredaran dan Pengawasan Minuman Beralkohol DPRD Surabaya memasuki babak baru. Jika sebelumnya Pansus membolehkan minuman beralkohol dijual di hypermart dan supermarket, kini Pansus sama sekali melarang peredaran minuman beralkohol di Surabaya.

Sebelumnya Pansus secara voting memutuskan minuman beralkohol boleh dijual di hypermart dan supermarket. Alasannya keputusan itu sesuai dengan perdagangan No. 6 Tahun 2014, yakni, selain Hotel , restoran dan Bar, minuman beralkohol dapat diperjualbelikan di hipermarket dan supermarket.

Keputusan ini dibenarkan Ketua Pansus Raperda Minuman Beralkohol, Eddy Rahmat. Dirinya juga mengakui jika keputusan melarang peredaran minuman beralkohol itu dilakukan melalui voting.

“Dari dua opsi yang ditawarkan, menolak peredaran minuman beralkohol di hypermart dan supermarket dan menolak peredaran minuman beralkohol, ternyata anggota banyak yang memilih opsi terakhir," katanya, Kamis (10/3).

Politisi Partai Hanura ini menyebutkan dari 10 anggota pansus, 6 orang menginginkan bebas dari peredaran, sedangkan 4 orang meminta hanya menolak peredaran di supermarket dan yypermart.

Atas hasil voting ini, Edi menegaskan selanjutnya akan menyampaikan hasil keputusan rapat pansus itu ke badan musyawarah, sebelum diparipurnakan.Baru setelah diparipurnakan akan diserahkan ke gubernur.

Ia mengakui, raperda tersebut kemungkinan akan ditolak oleh Gubernur Jawa timur seperti sebelumnya. Karena , Gubernur Jatim mengacu pada Permendag yang membolehkan peredaran di hipermarket dan supermarket.

“Jika gubernur menolak, kami akan melakukan banding ke Depdagri,” kata Edi.

Menurutnya, pemerintah daerah mempunyai kewenangan daerah atau diskresi. Ia mengungkapkan, keputusan untuk mewujudkan Surabaya bebas peredaran minuman beralkohol ini dihasilkan, setelah pihaknya mendapat masukan sejumlah elemen masyarakat.

“Keputusan ini sesuai dengan aspirasi PCNU dan elemen mahasiswa serta yang lainnya. Mereka ingin Surabaya bebas minuman beralkohol,” tandasnya.

Menanggapi kesepakatan pansus, Kabag Hukum Kota Surabaya, Ira Tursilowati mengatakan segera akan memformulasikan, dan mengkomunikasikannya ke Pemprof Jatim.

“Perda inisiatif dewan kan seperti itu, hasilnya akan kita komunikasikan ke pemerintah provinsi,” terangnya.nov