Surat Ijin dan Amdal PT Merak Beton Jaya Diragukan

KEDIRI (Realita)-  Dinas Lingkungan Hidup (DLH ) Kabupaten Kediri belum beri keterangan secara gamblang serta masih melakukan pengkajian terkait ijin pabrik beton PT Merak Beton Jaya yang mengalami kebocoran. Akibat kebocoran itu, semen berhamburan ke rumah warga, yang memicu sesak nafas dan rumah kotor.  Kini muncul dugaan dari warga,  PT Merak tak mempunyai Amdal (Analisis Dampak Lingkungan)dalam pendirian pabrik.

Plt.Kabid Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kediri, Ahmad Saefudin mengatakan, jika pihak pemerintah khusunya LH belum secara detail memeriksa ijin yang dipunyai oleh pabrik beton tersebut . "Pihak kita masih belum secara detail memeriksa perijinan dari pihak pabrik," ungkap Saefudin saat di lokasi kejadian.

Saefudin juga menambahkan, kelayakan pabrik masih perlu pengkajian lagi. “Serta pihak pemerintah tak bisa menutup begitu saja pabrik beton karena kita perlu kordinasi dengan Pemkab Kediri serta pemerintah desa,” tegasnya.

Saefudin mengimbuhkan, jika pihak pemerintah masih mengkaji ulang terkait dengan beberapa ijin yang dimiliki pabrik. "Kita perlu kaji ulang terkait ijin pabrik dan lainya," pungkas Saefudin.

Sementara itu salah satu warga, Darmawan mengatakan, jika selama ini warga tak pernah diajak berkordinasi selama pendirian pabrik sampai terjadi musibah bocornya tabung produksi ini. "Warga nggak pernah dijawil sama sekali oleh pemilik pabrik maupun pihak desa, " kata Darmawan.

Hal senada juga diungkapkan Darmaji, salah satu pemilik warung yang ada di sebelah. "Otomatis saat jebolnya tabung menjadikan kami merugi karena makanan yang kami jual gak laku karena kena debu," kata Darmaji.aka