Tabrak Nenek sampai Tewas, Cuma Dituntut 1 Tahun

SURABAYA (Realita) - Christian Dewantara, terdakwa kecelakaan Lalu lintas yang menewaskan seorang wanita ini, usai mendengar tuntutan1 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Akhmad Iriyanto, langsung ketawa kegirangan.

"Menuntut satu tahun penjara, denda satu juta rupiah dan Subsider 2 bulan penjara, terhadap terdakwa Christian Dewantara," ujar Jaksa Iriyanto, didengar Ketua Majelis Hakim Anton, di ruang Sari 2 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. 

Atas tuntutan JPU, terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 310 (4) dan Pasal 106 (2) UU RI tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

 Usai persidangan, terdakwapun terlihat ketawa sambil menutupi mulutnya, seakan-akan tuntutan tersebut sangat ringan baginya.

Diketahui dalam dakwaan, pada Jumat (23/12/2016) sekira pukul 05.00 wib (pagi), saat melintas di Jl Kampung Malang Tengah,  Jl Tempel Driyorejo Surabaya, terdakwa Christian Dewantara mengendarai motornya Honda Beat S 6692 PV berjalan dari arah utara ke arah selatan, dengan keadaan mabuk tapi ngebut.

Sesampai di gang Tempel Driyorejo, ada Djulaikah, seorang wanita sekitar umur 70-an, yang hendak menyeberang jalan.

Karena mabuk, tanpa ia sadari, terdakwa menabrak wanita tersebut, dan terdakwa juga terjatuh. Tidak usai disitu, habis menabrak terdakwa hendak mencoba melarikan diri. Beruntung dicegat oleh Agus selaku saksi mata.

Dalam hal ini, akibatnya korban mengalami luka sangat serius di kepala, sehingga akhirnya sampai di RS Wiliamboot Surabaya, korban meninggal dunia dan dilarikan ke RS DR Soetomo Surabaya, untuk diotopsi.ys