Targetkan Juara, Mukhlis Roy Siap Hajar Allan Tanada

SURABAYA (Realita) - Sesi timbang badan untuk petinju yang akan menggelar duel perebutan gelar sabuk juara dunia kelas ringan World Professional Boxing Federation (WPBF) Asia Pasific Kelas 61,2 kg antara tuan rumah, Mukhlis Roy, berhadapan dengan petinju Filipina Allan Tanada dilakukan di Markas Polisi Daerah (Mapolda) Jatim di Gedung Tribrata, Kamis (21/4/2016).

Sebelumnya, dua petinju ini mengadakan sesi foto bersama di depan icon Surabaya, yaitu patung Surabaya. Dalam pertarungan yang akan digelar Jumat (22/4/2016) di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, Allan mengaku kini sudah dalam kondisi siap tempur menghadapi Roy dan yakin akan bisa mengalahkan Roy Mukhlis. “Saya sudah intensif persiapan selama tiga bulan. Saya sudah tak sabar ingin bertarung melawannya (Roy Mukhlis),” kata pemilik nama lengkap Allan James Abelo Tanada itu.

Sebagai seorang petinju yang memiliki gaya ortodoks, Allan menuturkan bahwa dirinya akan melakukan banyak serangan untuk mengimbangi Roy Mukhlis yang berpostur lebih tinggi darinya. “Mukhlis petinju yang bagus dan tak bisa diremehkan. Mulai jangkauan, kelincahan kaki semuanya baik. Tapi saya juga sudah siap, saya akan tampil sebaik mungkin,” ucap petinju bertinggi 165 cm itu.

Sementara Roy Muhklis kini telah mencapai berat badan ideal dari berat badan yang sebelumnya yaitu 63. “Saya sudah timbang badan, hasilnya sudah 61,2 kg, sudah pas sesuai kelas. Sekarang ini saya jaga kondisi saja supaya berat badan tetap stabil, dengan lari pagi,” kata petinju berjuluk Sniper Sumba itu.

Promotor tinju Robert Simangunsong mengatakan bahwa dua petarung sudah siap bertanding. “Tanada dan Roy sudah tidak ada sesi latihan lagi. Mereka sudah siap bertanding,” kata promotor yang berprofesi sebagai pengacara itu.

Lebih lanjut Robert mengaku dari 2000 tiket untuk menonton duel Roy“Tanda yang telah dicetak, sudah sekitar 700 tiket yang laku terjual. “Jumlahnya bisa lebih dari itu (700) karena kami juga belum mendapat laporan secara lengkap,” tutupnya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji mengatakan, perebutan gelar juara ini bertujuan untuk memperluas potensi petinju nasional, serta jadi ajang untuk menemukan lagi bakat petinju bertalenta.

"Kita ingin memacu semangat petinju nasional untuk tampil di kancah internasional. Kita sejauh ini memang hanya mempunyai petinju dunia, yakni Daud Yordan. Namun itu bukan tidak mungkin kita bisa menemukan petinju berbakat lainnya, salah satunya adalah Roy Mukhlis ini. Mudah-mudahan bisa terjadi dan dapat menjadi tontonan yang menarik untuk pecinta tinju di tanah air," terang Kapolda Jatim, Anton.

Selain pertarungan perebutan sabuk World Professional Boxing Federation (WPBF) Asia Pacific Kelas 61,2 kg antara Roy versus Allan, pada tanggal 22 April juga akan digelar laga tambahan. Yaitu pertarungan antara Hanif Brawijaya kontra Rasmanudin dalam perebutan sabuk emas nasional KTI di kelas bulu Junior 55,3 kg. Ardie Tefa versus M. Rochim dalam perebutan sabuk emas nasional KTI di kelas Terbang mini 47,5 kg dan Master Suro vs Rober Kopa dalam perebutan sabuk emas nasional KTI di kelas bulu Junior 61,2 kg.

Adapun data statistik kedua petinju: Mukhlis Roy (29 tahun) sebagai wakil tuan rumah sudah turun di 36 pertandingan profesional dengan hasil 31 kemenangan (21 KO), lima kali kalah, dan tiga imbang. Roy sendiri adalah anak asuh mendiang Sutan Rambing, yang memang terkenal menelurkan petinju berbakat seperti Chris John.

Sementara nama Allan memang terhitung masih asing di jagad tinju nasional. Petinju Filipina ini tak punya catatan sebagus Roy, di mana dia menang 12 kali, lima kali kalah, dan tiga kali imbang dari 20 kali bertadingan.

Rencananya pertandingan antara Roy dan Allan ini akan ditayangkan langsung di iNewsTV mulai pukul 19.00 WIB. Pertandingan pembuka rencananya akan mempertemukan Hanif Brawijaya (juara nasional) kontra Erick Distroyer dalam perebutan gelar sabuk emas nasional KTI di kelas bulu.ali