Terlilit Utang, Bakul Akik Gelapkan Permata Teman Rp 250 Juta

SURABAYA (Realita)- Merasa kenal lama, Hamzah Baharis, warga Ampel Surabaya, pengusaha batu akik dan permata ini meminta temannya, Heri Febri Cahyanto (37), warga Kedung Sroko Surabaya untuk menyimpan barang berharaga miliknya. Namun, yang terjadi sang teman malah menjualnya.
Ceritanya, pria 31 tahun itu menitipkan tiga buah batu permata jenis Safir, Ruby dan Jamrud untuk dijualkan oleh Heri. Sebab, beberapa kali barang titipan Hamzah laku keras di toko Heri yang bernama Pelita Jewerlly di DTC Wonokromo.
Beberapa kali titipan dan setoran lancar, Hamzah tak menaruh curiga sedikitpun pada Heri jika tiga buah permata senilai Rp 250 juta itu hendak digelapkan oleh karibnya itu.
"Saya jual rugi. Seharusnya tiga biji itu totalnya Rp 250 juta mas, tapi saya jual Safir Rp 20 juta, Jamrud Rp 40 juta, dan Ruby Rp 35 juta,” aku tersangka Heri.
Kecurigaan Hamzah mulai muncul saat dirinya menagih uang hasil penjualan tiga buah permata yang dititipkan kepada tersangka.
"Saat itu ditagih berkali-kali, tapi tersangka ini seakan menghindar dan tak mau menemui korban. Karena sudah tidak sabar, korban melaporkan kejadian ini kepada kami, hingga kami tangkap yang bersangkutan tanpa perlawanan," terang Kapolsek Genteng, Kompol Wahyu Endrajaya, Jumat (21/4/2017).
Dari hasil penyidikan, lanjut Wahyu, bahwa tersangka mengaku terpaksa melakukan penggelapan dan penipuan ini karena terlilit hutang serta kebutuhan. Pelaku juga mengaku kepada penyidik jika aksinya ini dilakukan baru kali ini saja.
"Ada korban lain sebenarnya, tunggu mereka laporan kepada kami. Karena menurut pengakuannya, sudah ada dua korban yang telah ditipu oleh pelaku," tandas polisi dengan satu melati di pundak itu.zain