Tiga Phyton Gegerkan Warga Tegalagung

TUBAN (Realita) - Warga Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding geger. Tiga ekor ular phyton jenis Sowo Kembang (Malayophyton reticulatus) ditemukan berkeliaran di desa tersebut. Salah satunya bahkan sedang mengerami telor-telornya.

" Ada 20 telor yang dierami. Untungnya bisa kami amankan," tutur Tamaji, Kaur Trantib desa setempat, Jum'at (4/9/2015).

Cerita Tamaji, ular-ular itu sudah lama diketahui keberadaannya. Tak sedikit warga yang sering melihatnya. Namun karena tidak ada yang berani menangkap, ular-ular itu pun dibiarkan. Terlebih belum ada laporan warga yang kehilangan ternaknya akibat diterkam ular-ular tersebut.

Tapi bagaimanapun, kata Tamaji, warga tetap merasa was-was. Apalagi ukuran tiga ular sanca Sowo Kembang itu tergolong besar. Seekor mencapai panjang 5,6 meter dengan berat 50-an Kg, sedang dua ekor lagi sekitar 3,7 meteran seberat 30-35 kg.

" Warga khawatir ular-ular itu mengancam anak-anak. Karena itu saya meminta Pak Ali Mansur, Takmir Masjid Desa, untuk menangkapnya," kata Tamaji.

Ali Mansur pun segera melakukan perburuan. Tiga ular itu berhasil ditangkap di tempat berbeda. Seekor ditangkap di lapangan sepak bola, seekor lagi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat, seekor lagi ditangkap di Dusun Trowulan, Desa Bektiharjo.

" Saya kandangkan di halaman Masjid, biar aman. Biar masyarakat juga bisa melihatnya," kata Ali Mansur.

Masjid desa itu pun jadi ramai tiap hari. Warga yang datang tidak hanya melihat ular, tapi tak sedikit yang turut shalat berjamaah di masjid itu. Desa Tegalagung selama ini memang dikenal sebagai pusat minuman toak.

" Ya alhamdulillah, kita dapat hikmahnya. Sejak ular-ular ini ada di sini, jama'ah shalat meningkat pesat," kata Ali Mansur.

Ali Mansur dan Tamaji mengaku belum punya rencana apapun terhadap ular-ular itu. Untuk sementara, kata mereka, ular-ular tersebut diamankan dulu agar tidak meresahkan warga. Keduanya bilang tak akan menjual reptil-reptil tersebut. bek