Tips Agar Tidak Ribut dengan Pasangan, Stop Mainkan Ponsel

JAKARTA (Realita) - Disadari atau tidak, kebiasaan bermobilisasi dengan ponsel rupanya kerap menjadi alasan sebuah pasangan kerap berselisih paham.

Saling bertukar sapa dan cerita dengan si dia lewat pesan singkat atau aplikasi chatting memang mengasyikkan. Terutama, jika sedang berjauhan.

Pesan dari si dia menjadi penawar rindu yang telah menenggelamkan pikiran untuk terus menerus memikirkan si dia.

Sebuah studi terbaru mengingatkan bahwa Anda harus berhati-hati ketika menggunakan fitur chatting saat berargumen atau membahas topik penting dengan pasangan.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Human Communication Research, tidak ada orang, selain Anda sendiri, yang bisa menebak intonasi suara dalam kalimat pesan singkat.

Studi juga mengungkapkan, hal lain yang sebaiknya tidak dibahas saat chatting atau tukar SMS, yaitu guyonan sarkastik.

Sebab, bisa jadi guyonan itu membuat Anda dan sahabat tertawa terpingkal-pingkal, tetapi menurut pacar Anda guyonan itu datar dan tidak lucu.

Membayangkan tekanan suara dan gaya bicara dari sebuah pesan singkat, menurut studi, sangat sulit dan tidak bisa dilakukan oleh siapapun.

Bahkan, seorang sahabat yang sering bercanda dengan Anda, bisa jadi tidak memahami intonasi bicara dari pesan yang Anda kirim ke ponsel pintarnya.

Hubungan antara si penerima dan penulis pesan mesti benar-benar menyatu untuk menghindari perasaan ofensif antarpasangan.

Memang benar, sebaiknya untuk membangun komunikasi yang kuat dan harmonis, Anda dan si dia melakukannya lewat telepon atau bertemu langsung.

Sebab, tidak ada alat dan cara terbaik dalam meningkatkan romansa pasangan, kecuali sering bertemu, berkomunikasi, dan beraktivitas bersama.

Terakhir, studi membeberkan bahwa salah menginterpretasi pesan singkat merupakan alasan nomor satu banyak pasangan hingga bertengkar dan memilih berpisah.

Jadi, jika Anda masih cinta dengan si dia, kurangilah mengirimkan pesan singkat, perbanyaklah intensitas pertemuan atau berbicara lewat telepon. dsf