Truk Parkir di Tol, Sopir Disekap, Muatan Dikuras

SURABAYA (Realita) - Aksi kejahatan di jalan tol terjadi Jumat malam (11/11/2016). Sebuah truk bermuatan bahan-bahan pembangunan menjadi sasaran. Tak hanya menguras isi muatan, para pelaku juga menyekap sopir lantas membuangnya di tengah jalan.

Berdasar informasi yang disampaikan sumber internal Realita.co di kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 Wib. Korbannya bernama Solikan. Sebelum pelaku beraksi, Solikan sedang memarkirkan truk nopol L 9269 UQ di dekat exit tol Gunung Sari yang mengarah ke Waru. "Korban memang sedang berhenti di area parkir untuk kondisi darurat," cerita sumber tersebut.

Ketika berhenti itulah, tiba-tiba dia didatangi oleh tiga orang pria yang tidak dikenal. Ketiganya diketahui turun dari sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna gelap. Solikan tidak sempat untuk melihat nopol mobil itu. Solikan kemudian digiring ke dalam Xenia. Dia disekap dan terus diancam agar tidak berbuat macam-macam. Mobil itu lalu berjalan dengan diikuti truk yang dikemudikan korban di bagian belakangnya. Truk tersebut dibajak. Rupanya, para pelaku mencari tempat lain yang lebih aman untuk menguras isi muatan.

Meskipun tidak diikat, dia tetap mendapat perlakuan kasar dari para pelaku. Dari BAP yang dibuat oleh kepolisian, disebutkan bahwa para pelaku tersebut sempat menginjak kepalanya. Selama perjalanan, Solikan tidak tahu dibawa ke mana. Posisinya saat itu memang gelap dan para pelaku menyuruhnya untuk terus diam. "Pelaku lantas membuang korban di sekitar Puri, Mojokerto," sebutnya.

Begitu diturunkan di tengah jalan, mobil Xenia itu langsung kabur. Di sana juga ada truk yang ditinggalkan begitu saja. Saat dilihat, muatan truk sudah kosong. Para pelaku berhasil membawa kabur 11.800 besi, 23 kardus paku, dan 10 rol kawat bendrat. Nilai barang-barang yang digasak itu diperkirakan sekitar Rp 70 juta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga membenarkan peristiwa itu, pihaknya juga sudah mendapat laporan terkait pembajakan dan perampasan tersebut. "Sopir truk juga sudah melapor ke Polsek Wiyung. Sebab TKP nya disana. Sehingga penanganannya juga disana. Namun, kasus tersebut juga akan kami back up dan kami bantu dari pihak Polrestabes Surabaya untuk masalah penanganannya. Dan yang jelas, rekan rekan sudah melalukan identifikasi bersama Tim Inafis," katanya saat dikonfirmasi Realita.co, Sabtu (12/11/2016).

Terkait kerugian, Perwira Polisi asal Medan ini mengatakan belum mengetahui pasti jumlahnya. Namun yang pasti, lanjutnya. Yang berhasil dicuri oleh para pelaku adalah bahan-bahan pembangunan, seperti besi, paku dan kawat bendrat.

"Anggota di lapangan masih berupaya mengidentifikasi para pelaku dan mengumpulkan sejumlah informasi serta barang bukti. Semoga kami segera mendapatkan hasil yang positif sebagai petunjuk kami untuk menangkap para pelakunya," terangnya.

Saat ditanya terkait motif yang dilakukan para pelaku, AKBP Shinto mengatakan, bahwa motif yang dilakukan para pelaku itu berbeda-beda. Dan hingga saat ini, masih terus di dalami motif tersebut. "Yang pasti, motif para pelaku saat beraksi berbeda-beda. Namun, kami akan terus dalami itu. Sementara kasus kejahatan yang ada di Tol seperti ini, diketahui dalam 5 bulan terakhir sudah ada 3 kasus. Semoga secepatnya bisa segera terungkap," tandasnya.zain