Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Jadi Tahanan Kota

SIDOARJO (Realita) - Tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah palsu, M Rifai akhirnya hanya menjadi tahanan kota oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo, Senin (25/7). Berkas perkara dengan tersangka Wakil Ketua DPRD Sidoarjo memasuki pelimpahan tahap 2 (P2) itu. Namun tersangka tak menjalani tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) karena mengajukan permohonan untuk tidak ditahan. .

Tersangka Muhamad Rifai, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Fraksi Gerindra sore tadi (25/7) tidak ditahan oleh Jaksa Penuntut Umum, karena beberapa anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo bersedia menjamin tersangka Muhamad Rifai. Tidak hanya itu, Ketua DPRD Sidoarjo, Sulamul Hadi Nurmawan juga mengajukan permohonan kepada Kejari Sidoarjo, agar Rifai tidak ditahan karena banyak pekerjaan DPR yang harus dilakukan.

Meski berkas dan terdakwa sudah dilimpahkan sejak pukul 08.30 wib oleh penyidik Satuan Reskrim, Polres Sidoarjo, akan tetapi proses pelimpahan politisi Partai Gerindra itu baru selesai sore hari sekitar pukul 16.15 wib. Selama proses pelimpahan berkas, terdakwa yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sidoarjo ini diperiksa di ruang penyidik pidana umum (pidum) Kejari Sidoarjo itu.

Kasipidum Kejari Sidoarjo, I Wayan Sumertayasa yang didampingi Kasi Intel Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo mengatakan, tersangka Rifai sudah menjadi tahanan kota selama 20 hari. Dia memiliki kewajiban melapor seminggu 2 kali, yakni Senin dan Kamis.

Terdakwa tidak ditahan, karena mengajukan permohonan untuk tidak ditahan. Permohonan untuk tak ditahan itu diajukan istri M Rifai, koleganya dari Partai Gerindra, penasehat hukum serta Ketua DPRD Sidoarjo. Alasannya, selain terdakwa tidak akan melarikan diri, juga dibutuhkan masyarakat Sidoarjo dengan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sidoarjo itu. Hal ini disampaikan I Wayan Sumertayasa, Kasi Pidum Kejari Sidoarjo.

Yusuf Santoso,kuasa hukum tersangka Rifai mengatakan, dirinya mengakui mengajukan permohonan untuk tidak ditahan yang diajukan keluarga, Partai Gerindra dan penasehat hukumnya.

Pengajuan itu dikabulkan lantaran selama ini, tersangka selama ini diperiksa penyidik Satuan Reskrim Polres Sidoarjo selalu kooperatif dan tidak ditahan penyidik Polres Sidoarjo.