Warga Jambean Tuduh Kades Jual TKD ke PG Ngadirejo

KEDIRI (Realita)- Warga Desa jambean beserta karang taruna dan juga anggota Badan Permusyaratan Desa ( BPD )
Kecamatan Keras, kabupaten Kediri , wadul ke wartawan terkait  dugaan penjualan Tanah Kas Desa (TKD) yang ada di dusun Pucung desa Jambean oleh kepala Desa setempat, Kamis (10/08).
"Penjualan TKD dilakukan oleh Kades yang bernama Hari.ungkap Supriyanto," tegas anggota BPD, Supryanto..
Lebih lanjut Supriyanto menjelaskan jika TKD seluas 300 Ru dijual pada pihak PG. Ngadirejo dengan nilai Rp 3 miliar.  "Pihak Kades menjual TKD seharga Rp 3 miliar," ungkap Supryanto lagi.
Dan pihak BPD serta warga dan juga sudah melaporkan ke pihak polisi pada 13 Februari lalu namun sampai saat ini belum ada kejelasan terkait laporanya tersebut." Kami sudah melapor ke.pihak Polres pare namun hingga saat ini belum jelas. Polisi beralasan jika masih dalam proses pembuktian dari pihak BPN," ungkap Priyanto
Terpisah, Kades Jambe  Hari mengatakan jika laporan warga dan juga BPD tersebut salah besar dan menganggap hal tersebut adalah gila."Wong urusan Ruislag saja sulit karena butuh rekomendasi Bupati, kog (saya malah dituduh) menjual," ungkap Hari dengan nada tinggi penuh emosi
Hari juga mengatakan jika lahan yang dimaksud warga tersebut memang milik PG. Ngadirejo dan pihak desa tidak punya apa apa. " Desa tak punya TKD yang disebutkan tersebut, ungkap Hari melalui telepon selulernya Kamis sore (10/8).
Hari juga membenarkan dengan adanya laporan ke polisi yang dilakukan warganya terkait TKD , dan ia mengaku jika sudah 8 kali diperiksa oleh Tipikor Polres Kediri. " Saya hingga 8 kali diperiksa Tipikor Polres pare dan ada 30 saksi yang sudah dipanggil," kata Hari ringan
Hari juga menambahka, pihak media dipersilahka untuk mempertanyakan kebenaran hal tersebut ke pihak kepolisian akan hasil pemeriksaan. "Kalau ingin kebenaran hasilnya bagaimana tanya saja ke Kapolres dan juga Kasatreskrimnya," pungkas Hari. aka