Warga Segel Pabrik PT Merak Jaya Beton

KEDIRI (Realita)-  Pabrik beton PT.Merak Jaya Beton yang ada di jalan raya Kediri-Kertosono, tepatnya  di desa Ngebrak, Kecamatan Gampengrejo, kabupaten Kediri , diduga Tak berizin. Beberapa warga mempertanyakan keberadaan ijin HO, karrena warga tak merasa diajak berkordinasi terkait pendirian pabrik 

Darmawan, salah satu perwakilan warga RT 01 RW 02 Dusun Nggrompol mengatakan, pabrik sudah berdiri sejak 2015 lalu. "Kurang lebih sudah dua tahun ini pabrikan beton berdiri," ungkap Darmawan. Selasa (16/5).
Darmawan juga menambahkan, dengan adanya pabrik beton ini. warga sangat resah karena produksi dilakukan 24 jam."Serta suara bising pabrik di malam hari sangat menganggu warga," pungkas Darmawan. 
Hal senada juga diungkapkan oleh Darmaji.Ia mengatakan,  pihak perusahaan masih meminta data warga yang terdampak pada kejadian bocornya tabung produksi kemarin.

"Pabrik masih meminta data warga yang terdampak," kata Darmaji, pemilik warung yang ada di utara pabrik beton.
Darmaji juga menambahkan warga mintanya diberi ganti rugi atas kejadian kemarin dan juga setelah itu, pabrik ditutup saja. "Selama pabrik berdiri, warga tak pernah diberi kompensasi," pungkas Darmaji.

Terpisah, Saeroji selaku Kades Ngebrak  mengatakan jika perusahaan akan memberi ganti rugi atas kejadian kemarin, namun dengan sistem ring.

"Perusahaan akan memberi ganti rugi pada ratusan warga RW 01 namun sesuai ring. Jadi, terdampak mana yang parah akan masuk ring," ungkap Kades saat ditemui di kantornya Rabu (17/5).

Dan ring 1 akan diberi ganti rugi sebesar Rp 1,5 juta dan ring 2 dapat Rp 1 juta sementara untuk ring 3 hanya Rp 750 ribu saja.

"Desa nggak mempermasalahkan jika warga minta ditutup ya silahkan, namun pihak desa akan berkordinasi dengan pemerintah kabupaten Kediri," jelas Saeroji.aka