Xenia Hantam Motor, Galian PU Jadi Kambing Hitam

TUBAN (Realita)- Jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Merakurak dengan Kecamatan Montong lewat Koro kembali memakan korban. Hariyanto (45) dan Marsono (45), terpaksa harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. R Koesma, Tuban.

Dua orang warga Desa Temayang, Kecamatan Kerek itu mengalami luka cukup serius setelah motor yang dikendarainya dihantam mobil Daihatsu Xenia di jalan Merakurak-Montong titik Dusun Koro,Desa Pongpongan,Kecamatan Merakurak, Kamis (16/4/2015) siang.

Menurut keterangan Kasat Lantas Polres Tuban,AKP M.Fakih, Rozik Setyawan yang mengemudikan mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernopol B 1878 UKU tersebut tidak mengemudikan kendaraannya dengan baik. Pemuda warga Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang itu diduga mengantuk hingga tak sadar mobilnya masuk ke lajur kanan.

Naas bagi Hariyanto dan Marsono yang berboncengan menuju arah Merakurak dan berpapasan dengan mobil Rozik yang oleng itu. “Karena pengemudi mobil tak bisa mengendalikan mobilnya, maka terjadi tabrakan. Pengemudinya kurang fit. Dia mengantuk saat mengendarai mobil itu,” terang M.Fakih.

Dua korban bermotor itu sempat tak sadarkan diri, sementara Rozik juga mengalami luka meski tidak seberat dua pengendara motor itu. Mobil yang dikemudikannya juga rusak berat lantaran terperosok ke parit galian drainase di sisi jalan. Warga di sekitar tempat kejadian menuturkan, jalan Merakurak-Montong di ruas DusunKoro itu memang kerap terjadi kecelakaan.

Menurut warga, proyek pembuatan drainase Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) yang menjadi pemicunya. Proyek saluran air untuk mengurangi banjir di kawasan tersebut itu dibiarkan mangkrak. Lobangnya selebar 1,3 meter dibiarkan menganga dan tanpa tanda peringatan.

Menurut warga, pengguna jalan di jalur itu selalu mengambil posisi agak ke tengah karena takut terperosok galian drainase yang mangkrak tersebut. “ Sering ada sepeda motor yang terperosok. Apalagi kalau pas simpangan dengan truk. Kalau nggak hati-hati ya celaka,mas. Pilih saja, mau keperosok parit atau ketabrak kendaraan dari arah berlawanan,” kata Rustam,warga setempat.

Rustam dan warga lainnya berharap Dinas PU segera menyelesaikan proyek parit-nya itu. Atau setidaknya membari pengaman agar kecelakaan tidak terus terjadi dan memakan korban lebih banyak. Sayangnya, sekali lagi, sayangnya, Kepala Dinas PU Tuban, M.Kholiq Qunaisih, tepat konsisten dengan sikap bungkamnya ketika dikonfirmasi masalah yang melibatkan instansi yang dipimpinnya. (bek)