600 Warga di 3 Kecamatan di Ponorogo Depresi?

realita.co
Depresi ilustrasi.

PONOROGO (Realita)- Kendati menurun drastis kasusnya, namun dampak Pandemi Covid-19 yang melanda Ponorogo dua tahun terakhir, berimbas pada kejiwaan warga Bumi Reog. 

Terbukti, 600 warga di 3 wilayah meliputi kecamatan Jenangan, Babadan, dan Ponorogo terdeteksi mengalami gejala depresi.

Baca juga: Diduga karena Belajar Agama dari Youtube, Ibu Bacok Anak Kandungnya hingga Tewas

Hal ini diungkapkan Koordinator Cheers Komunitas Lentera Ponorogo Tajib. Ia mengatakan, berdasarkan hasil deteksi dini prilaku kejiwaan yang dilakukan pihaknya beberapa bulan lalu, sedikitnya 600 warga di tiga kecamatan itu mengalami gejala depresi. 

"Kalau yang tiga kecamatan berdasarkan deteksi dini kemarin ada sekitar 600 an.  Jadi ada arah ke sana (gejala Depresi.red)," ujarnya, Senin (23/05/2022). 

Baca juga: Diduga Depresi, Harish Lindaskan Diri ke Kereta Api

Tajib mengaku, ada sejumlah indikator yang ditemukan survior Lentera guna mengategorikan gejala depresi pada seseorang. Diantaranya, suka menyendiri, berbicara sendiri, enggan bersosialisasi.

" Jadi banyak yang kita temui itu, ada yang menyendiri, berbicara sendiri, dan enggan bersosialisasi. Seperti biasanya sholat ke mushola tapi sekarang jarang kelihatan. Ini tanda-tanda awal, kalau sudah ada tanda-tanda ini kita harus segera berkomunikasi dengan keluarga dan pihak kesehatan setempat," bebernya. 

Baca juga: Diduga Depresi, Waria Gantung Diri di Kontrakan

Lebih jauh, Tajib menambahkan paling banyak pemicu gejala depresi pada warga adalah faktor ekonomi dan gagal bekerja di luar negeri.

" Faktor ekonomi dan gagal kerja diluar negeri yang paling banyak jadi pemicu," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru