PONOROGO (Realita)- Bencana Hidrometerologi yang menerjang Kabupaten Ponorogo awal bulan Oktober lalu, berdampak buruk pada infrastruktur jalan milik Kabupaten.
Dari mata Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (DPU-PKP) Ponorogo tercatat, sejauh 2 kilometer jalan milik kabupaten rusak parah akibat bencana longsor dan tanah gerak di Ponorogo.
Baca juga: Longsor Putuskan Jalur Utama, Ratusan Warga Pulung Ponorogo Terisolir
Kepala DPU-PKP Ponorogo Jamus Kunto mengatakan, ada 5 titik ruas jalan yang saat ini kondisinya rusak parah akibat bencana Hidrometerologi. Antaralain, ruas Sahang-Wonopoyo, Tumpak Pelem-Smanding, Ngrogung-Sahang yang putus sejauh 500 meter, Temon-Suru yang ambles 100 meter, dan Sokoo-Pudak yang badan jalanya longsor sejauh 30 meter.
Baca juga: Longsor Pulung Ponorogo Timbun 2 Rumah dan 7 Kendaraan, 1 Pengendara Dilarikan ke RSUD
" Tidak jauh memang yang rusak, tapi kerusakannya fatal dan parah," ungkapnya.
Jamus mengaku, untuk memperbaiki 2 kilometer jalan yang rusak itu, sedikitnya membutuhkan anggaran Rp 5 miliar. Ia berharap tahun depan mendapat alokasi anggaran untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut.
Baca juga: Dua Korban Longsor Sembahe-Sibolangit Kembali Ditemukan
" Kalau benahi jalanya itu ndak susah, tapi untuk bisa jadi bentuk jalan itu mahal. Harus bikin gorong-gorong atau box covert nya . Memperbaiki talut nya, membuat alinemen jalan atau trase jalan. Mahalnya disitu, mudah mudahan di 2023 kita bisa sentuh itu," pungkasnya.znl
Editor : Redaksi