Pemkot Batu dan BPN Siap Sukseskan GEMAPATAS Guna Percepatan Program PTSL

realita.co
Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, didampingi Kepala Kantor BPN Kota Batu, Haris Suharto, melakukan pemasangan tiga tanda patok secara simbolis di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.Foto: Humas

BATU (Realita)- Pemerintah Kota Batu bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu turut serta dalam mensukseskan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas di Kota Batu. Pj. Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, didampingi Kepala Kantor BPN Kota Batu, Haris Suharto, melakukan pemasangan tiga tanda patok secara simbolis di Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mencanangkan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS) sebanyak 1 juta patok batas bidang tanah yang akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Baca juga: Emak-Emak Penerima Paket Sembako Merasa Terharu Atas Kepedulian Kades Tulungrejo

GEMAPATAS dimulai oleh Menteri ATR/Kepala BPN, Hadi Tjahjanto, yang pelaksanaannya berpusat di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dan diikuti serentak oleh seluruh daerah di 33 provinsi di Indonesia, Jumat (3/3/2023).

Ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna mempercepat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) bagi masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Haris Suharto mengatakan, program ini merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memasang dan menjaga tanda batas tanah, sehingga bisa meminimalkan konflik atau sengketa tanah. Dalam kesempatan ini, BPN telah memasang 200 patok tanah.

Baca juga: Aksi Luar Biasa BKPB PP Kota Batu, Bagikan 1000 Takjil Gratis kepada Para Pengguna Jalan

“Kegiatan ini satu rangkaian dengan PTSL, agar masyarakat memiliki kepastian hukum kepemilikan tanah sehingga sengketa atau konflik bisa dihindari,” kata Haris.

Badan Pertanahan Kota Batu Tahun 2023 telah menyediakan 5.007 kuota PTSL yang akan dialokasikan untuk empat desa dan satu kelurahan. Harapannya, Kota Batu bisa menjad Kota Lengkap dan seluruh bidang tanah memiliki sertifikat.

Baca juga: Wujudkan Mbatu Sae, Rotasi Jumbo Dilakukan Pemkot Batu 

Sementara itu, Aries Agung Paewai, berharap adanya program PTSL bisa memberikan kepastian kepada masyarakat atas kepemilikan batas tanah.

“Harapannya Kota Batu bisa menjadi Kota Lengkap, seluruh tanah bisa bersertifikat dan masyarakat bisa tenang karena memiliki kepastian untuk batas tanah yang dimiliki,” kata Aries.Ton

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru