JAKARTA (Realita) - Isu reshuffle sudah berapa kali bergulir, toh, faktanya hanya mentol di isu saja alias surga telinga.
Untuk Jokowi sendiri, menteri tak perlu expert (ahli), skilful (punya keahlian), integrity (punya integritas), experiance (berpengalaman) dan smart (cerdas).
Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak
Jokowi tak butuh menteri seperti itu, bagi Jokowi tipikal Yes Man, penjilat dan berpengalaman bahkan tak punya keahlian sedikitpun.
Lihat saja pengangkatan sejumlah menteri dikabinetnya bukan sesuai bidang dan keahlian atau basic competence (berdasarkan keahlian).
Gaya Jokowi main tunjuk yang penting dia sukai dan ikut pola pikirnya serta tak membangkang dan bekerja sesuai kemauan dan ikut arahannya.
Jadi akan depresi jika menteri hebat dan banyak pengalaman serta segudang prestasi bekerja-sama dengan Jokowi.
Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode
Jokowi tipe pemimpin tak mau melihat bawahannya lebih pintar dari dia.
Dan satu lagi ciri-ciri menteri idaman Jokowi pemimpi bukan pemimpin.
Baru menteri yang suka berkhayal contoh Rp 11 ribu triliun, mobil esemka dan kerja sama dengan Elon Musk.
Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung
Selain itu Jokowi tak terlalu suka dengan menteri yang bersih dan jujur.beby
Oleh : Jerry Massie (Direktur P3S)
Editor : Redaksi