Walikota Madiun Rutin Blusukan ke Lansia Ngebrok, Salurkan Bantuan Kursi Roda

realita.co
Wali Kota Madiun Maidi bersama istri saat berbincang dengan salah seorang lansia ngebrok yang beralamat di Kelurahan Manguharjo.Foto: Adi

MADIUN (Realita) - Kelompok lanjut usia (lansia) nonpotensial alias ngebrok di Kota Madiun terus diperhatikan. Bahkan, Wali Kota Madiun, Maidi rutin mengunjungi rumah mereka. Seperti yang dilakukan pagi tadi Kamis (13/7/2023), orang nomor satu di Kota Pendekar itu blusukan di Kelurahan Manguharjo.

Ada tiga rumah yang dikunjunginya. Ketiganya berada di Jalan Sido Makmur RT/RW 03/08 Kelurahan Mangugharjo. Tak hanya berkunjung, Maidi juga menyalurkan bantuan kursi roda.

Baca juga: Warga Antusias Berebut Puluhan Juta Uang Koin, Dalam Grebeg Maulud di Kedondong Madiun

Minem, misalnya. Lansia yang sudah tiga tahun ngebrok lantaran sakit. Sehari-hari, aktivitas perempuan berusia 87 tahun itu hanya mengandalkan anaknya. ‘’Alhamdulillah sudah dibantu,’’ ucap Miasih, anak perempuan Minem.

Miasih mengaku sejumlah bantuan terus mengalir dari Pemkot Madiun. Selain kursi roda, juga mendapat bantuan sosial lainnya untuk mencukupi kebutuhan ibunya. ‘’Tentu bantuan kursi roda ini meringankan ibu kami untuk beraktivitas,’’ ujarnya.

Baca juga: Sidang Korupsi CSR Madiun, Saksi Maidi Ungkap Kondisi TPA Winongo Usai Pengurukan

Sementara, Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, penyaluran bantuan kursi roda tersebut merupakan wujud kerja sama dengan lembaga amil zakat dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Manguharjo. Tidak hanya Minem, Tami (80 tahun), Mirin (68 tahun) dan Marcile Nurfita (38 tahun) juga menerima bantuan serupa.

‘’Di mana ada warga kota yang kesulitan, harus dibantu. Prinsipnya, orang hidup itu harus saling menyempurnakan kehidupan orang lain,’’ tutur Maidi.

Baca juga: Sidang Korupsi Maidi: Noer Aflah Jelaskan Asal-usul CSR dan Program Smart City, Pengacara Singgung Kerugian Rp1 M

Menurut Maidi, pemkot wajib membantu warga yang membutuhkan. Pun, perlu dilakukan kegiatan blusukan sembari belanja masalah. Yakni, menampung persoalan yang dialami warga untuk selanjutnya dicarikan solusi. 

‘’Kalau ada masalah apa, tolong saya diberi tahu. Warga kota jangan sampai ada yang kesulitan. Harus kita bantu,’’ pungkasnya.adv

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru