Pringati HSN, Bupati Ponorogo Ajak Ratusan ASN Sowan Kyai

realita.co
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko saat mengunjungi KH Mohammad Solehan Al Hafidz Rois Syuriah PCNU Ponorogo.

PONOROGO (Realita)-Ada yang menarik dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini. Pasalnya, ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yangbda di Kabupaten Ponorogo secara serentak mengunjungi sejumlah Kyai Pondok Pesantren (PP) yang ada di Ponorogo, Minggu (22/10/2023). 

Adalah Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang memelopori kegiatan yang dalam bahasa pondok pesantren ini dikenal dengan Umaroh Sowan Ulama ini. Tak tanggung-tanggung sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Ponorogo seperti Kapolres Ponorogo AKBP Wimboko, Dandim 0802 Mayor Inf Hirta Juni Adriansyah, Kepala Kemenag Ponorogo Nurul Huda, Kepala BPN/ATR  Arinaldi, serta sejumlah Kepala OPD Pemkab Ponorogo turut ikut dalam kegiatan yang dilakukan selepas apel besar hari santri nasional di Aloon-Aloon Ponorogo tersebut. 

Baca juga: Pererat Hubungan Historis, Keraton Surakarta dan Pemkab Ponorogo Jajaki Kerja Sama Pariwisata

Tercatat, ada dua tokoh ulama Nahdatul Ulama (NU) yang dikunjungi oleh Bupati Sugiri dan ratusan ASN Ponorogo ini. Mereka yakni, KH Mohammad Solehan Al Hafidz Rois Syuriah PCNU Ponorogo, dan Pimpinan Ponpes Thoriqul Huda Desa Cekok Kecamatan Babadan Gus Kholid Ali Husni. 

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, kegiatan sowan Ulama para Umaroh ini selain memperingati HSN, juga sebagai wujud mengilhami perjuangan para ulama yang ikut memperdekakan Indonesia di era penjajahan dahulu. 

" Para ulama ini ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, di Hari Santri ini kita ajak semua Umaroh tanpa terkecual untuk mengunjungi Simbol Ulama Nahdatul Ulama (NU) yang ada di Ponorogo. Ada dua, yakni tadi di mbah Rois dan di salah satu Pondok Pesantren tua di Ponorogo, Thoriqul Huda pimpinan Gus Kholik ini," ujarnya. 

Sugiri mengungkapkan, pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini yakni, mengajak mengingat kembali perjuangan Kyai dalam memerdekakan negara Indonesia ini. Yang kemudian melanjutkan cita-cita perjuangan mereka dalam pembangunan daerah. 

Baca juga: Raperda PLP2B Disahkan, 9 Hektar Sawah Di Ponorogo Alih Fungsi Jadi KDKMP

" Kita wajib menguri-uri itu, lalu kita sebagai generasi penerus melanjutkan cita-cita perjuangan. Dengan begini kedepan akan bagus," ungkapnya.

Sugiri menambahkan, dalam membangun Ponorogo pihaknya selalu melibatkan para ulama dan unsur Pondok Pesantren (PP). Khususnya dalam membangun kualitas generasi penerus di Ponorogo. 

" Banyak sekali, ada penurunan stunting, menjaga kesehatan jiwa dan raga yang dilakukan di Ponpes, termasuk dengan Kemenag dan MUI dalam menjamin penyembelihan hewan harus sesuai sar'i. Biar kedepan tidak hanya kota santri, tapi makanan yang beredar di pasaran harus halal, higienis dan toyib," tekannya. 

Baca juga: Suap Mutasi Diungkap KPK, Ratusan PNS Ponorogo Jalani Profiling ASN dari BKN

Sementara itu, pimpinan Ponpes Thoriqul Huda Desa Cekok Kecamatan Babadan Gus Kholid Ali Husni mengapresiasi kegiatan Umaroh Sowan Ulama ini. Hal ini merupakan contoh baik dalam menjaga dan menciptakan peradaban  yang baik. 

" Memang kalau dalam Islam, Umaroh lah yang sowan ke Ulama. Ini contoh baik dalam mewujudkan peradaban yang baik. Karena dengan sowan para Umaroh yang diantaranya pihak terkait ini akan mendapatkan wejangan, juga doa dari Ulama. Tentunya hal itu akan membawa kebaikan dalam menjalankan pemerintahan," pungkasnya. adv/znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru