Pantau Penyerapan Gabah Kering Panen dengan HPP Rp6.500, Dandim 0703 Cilacap Terjun ke Sawah

realita.co
Dandim ikut jaga harga gabah kering ke petani. (Foto: Pendim 0703 Cilacap)

CILACAP (Realita) – Upaya mendukung kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga pangan, Kodim 0703 Cilacap bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) Maos, serta Forkopimcam Maos melaksanakan kegiatan penyerapan gabah kering panen petani di area persawahan Desa Karangreja, Kecamatan Maos, Cilacap, Rabu (5/3).

Kegiatan ini dilakukan dengan menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen dari petani sebesar Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Baca juga: Kemanunggalan TNI-Rakyat, Pembangunan Plengsengan Irigasi Jadi Bukti Nyata

Kegiatan penyerapan gabah ini bertujuan untuk memberikan kepastian harga yang stabil bagi para petani, sekaligus membantu mereka menghindari dampak fluktuasi harga yang tidak menentu di pasar.

Kolaborasi Kodim 0703 Cilacap, Bulog Maos, dan instansi terkait diharapkan dapat mellancarkan proses pembelian dan penyerapan gabah kering, serta dapat meningkatkan penghasilan para petani.

Disampaikan oleh Dandim Cilacap, Letkol Inf Andi Yuliazi, bahwa dalam mendukung ketahanan pangan nasional, kami ingin memastikan petani mendapat harga yang layak untuk hasil pertanian mereka.

Baca juga: Bukti Nyata Sinergi TNI dan Pemda Bangun Desa Maju dan Tangguh di Sidoarjo

"Karena itu, kami bersama Bulog dan instansi terkait, bekerja sama untuk menyerap gabah kering petani dengan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Semoga melalui program ini, petani dapat semakin sejahtera," ujar Andi.

Selain itu, Kepala Komper Bulog Maos, Rusito mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk menjaga stok beras nasional, serta menjaga kesejahteraan petani lokal.

Baca juga: Kolaborasi Strategis TNI dan Pemkab Madiun, Buka TMMD 125

"Dengan penyerapan gabah kering ini, kami berharap dapat memastikan pasokan beras di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Cilacap dengan target serapan gabah sebanyak 11.515,00 ton, sedangkan target penyerapan dalam bentuk beras sebesar 38.830,00 ton tercapai," kata Rusito.

Dengan harga pembelian gabah yang telah ditetapkan, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi petani dan turut menjaga kestabilan harga pangan di pasar. est

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru