KOTABARU (Realita) – Upaya pencarian korban serangan buaya di Sungai Sangkuh, Desa Bepara, Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru, memasuki hari ketiga, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Tim pencarian yang terdiri dari Basarnas, Damkar, Polsek, pemerintah kecamatan, warga masyarakat, serta keluarga korban terus berupaya menemukan korban meskipun menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Komandan Pos Basarnas Kotabaru, Adi Maulana, mengungkapkan bahwa sejumlah faktor menyulitkan pencarian, di antaranya arus sungai yang deras, air yang sangat keruh, banyaknya batang pohon yang tumbang di sepanjang sungai, serta keberadaan binatang buas lain yang berpotensi mengancam keselamatan tim pencari.
Baca juga: Hilang 3 Hari, Bocah yang Diterkam Buaya Ditemukan Meninggal
"Kondisi sungai yang berarus deras dan keruh membuat visibilitas di dalam air sangat terbatas. Selain itu, banyak batang pohon tumbang yang menghambat pencarian, belum lagi potensi ancaman dari satwa liar di sekitar lokasi," ujar Adi, Senin (24/3/2025).
Baca juga: Bocah Hilang di Sungai Inggoi, Diduga Diterkam Buaya
Senada dengan itu, Kepala Desa Bepara, Suparmansyah, juga menyampaikan bahwa kondisi cuaca turut menjadi tantangan tersendiri. "Sejak pagi cuaca mendung, bahkan sempat turun gerimis, yang membuat situasi semakin sulit bagi tim pencari," katanya.
Peristiwa serangan buaya ini terjadi pada Sabtu, 22 Maret 2025, dan sejak saat itu pencarian dilakukan secara intensif. Warga setempat berharap korban dapat segera ditemukan agar keluarga bisa mendapatkan kepastian dan memberikan penghormatan terakhir.
Baca juga: Surya Selamat dari Serangan Buaya
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus menyisir area sungai dengan berbagai metode, termasuk menggunakan perahu dan alat bantu pencarian lainnya. Pihak berwenang juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi serangan buaya, terutama di sekitar perairan yang menjadi habitat alami satwa liar tersebut.hai
Editor : Redaksi