PONOROGO (Realita)- Kendati dilarang dan membahayakan, namun balon udara tanpa awak berpetasan masih ada saja di Kabupaten Ponorogo. Terbaru, jajaran Polsek Sampung berhasil mengamankan sejumlah balon udara berpetasan yang jatuh di wilayah ini dalam kurun waktu dua hari terakhir. Dimana salah satunya menimpa sebuah rumah kosong di Desa Karangwaluh Kecamatan Sampung, pada Senin (07/4/2025) lalu.
Kapolsek Sampung AKP Agus Suprianto mengungkapkan saat jatuh dan menimpa rumah warga, sumbu api balon udara tak berawak ini masih menyala, bahkan sejumlah petasan rakitan berukuran jumbo yang tergantung di balon ini belum meledak. Kejadian ini membuat warga sekitar panik. Beruntung petasan tak jadi meledak dan memicu kebakaran lantaran warga langsung menyiramkan air.
Baca juga: Wahana Baru Balon Udara Jadi Rebutan Pengunjung Selecta
" Tiga jam berselang, balon serupa juga ditemukan jatuh di area persawahan Desa Kunti, Kecamatan Sampung. Petugas kepolisian langsung mengamankan balon tersebut guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Baca juga: Balon Udara Terbakar dan Jatuh, 8 Orang Tewas
Agus mengaku, dalam dua hari terakhir sedikitnya ada 5 balon udara yang berhasil diamankan pihaknya. Dimana dua balon berukuran besar dengan diameter 2 dan 5 meter. Sedangkan 3 balon lainnya berukuran kecil dan ditemukan saat jatuh di Desa Carangrejo Kecamatan Sampung.
" Balon-balon ini kami temukan saat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025. Diduga, balon-balon tersebut berasal dari luar Kecamatan Sampung. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,”akunya.
Baca juga: Boiler Pabrik Meledak, 1 Pekerja Tewas
Agus mengungkapkan, saat ini 5 balon udara yang diamankan disimpan di Gudang Polsek Sampung. Yang selanjutnya akan di musnahkan. Pihaknya pun menghimbau agar masyarakat tidak menerbangkan balon udara berpetasan, selain berbahaya, pelaku akan diproses hukum. znl
Editor : Redaksi