Siswa Nakal Bakal Dibina di Yonhub TNI AD, Ini Kata Wali Kota Depok

realita.co
Wali Kota Depok, Supian Suri memberikan keterangan kepada awak media terkait tempat pembinaan untuk siswa nakal, Rabu (14/5/2025). (Foto: Fachry)

DEPOK (Realita) - Wali Kota Depok, Supian Suri, mengambil langkah nyata dalam menyikapi maraknya perilaku menyimpang remaja, khususnya anak-anak yang terlibat dalam aksi kenakalan remaja seperti tawuran.

Supian menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Batalyon Perhubungan (Yonhub) TNI AD yang berlokasi di Jalan Raya Bogor Km 35, Jatijajar, Tapos, untuk menampung dan membina anak-anak atau siswa yang terindikasi nakal.

Baca juga: Forkopimda Depok Pastikan Perayaan Malam Natal Berjalan Kondusif

"Ya tadi kita sudah melakukan diskusi untuk anak-anak tanda kutip nakal, itu kita akan tempatkan di Yonhub, Jatijajar," ujar Supian kepada wartawan, Rabu (14/5/2025).

Supian menjelaskan bahwa hasil koordinasi dengan pihak TNI AD memungkinkan Yonhub Jatijajar menampung sekitar 60 anak.

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menetapkan batasan jumlah peserta program untuk menjaga efektivitas pembinaan.

"Mungkin kita akan membatasi untuk jumlahnya," jelas Supian.

Baca juga: Pemkot Nilai depok24jam Festival Beri Dampak Positif bagi UMKM

Program ini sendiri merupakan bagian dari kelanjutan inisiatif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang sudah terlebih dahulu mengimplementasikan program serupa di Markas Resimen Armed 1 Kostrad Purwakarta, sejak 1 Mei 2025.

Apalagi baru-baru ini tawuran siswa sekolah dasar (SD) terjadi di wilayah Tapos, Depok.

Supian Suri menilai, perlu tindakan tegas yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif untuk pembinaan karakter anak.

Baca juga: Sekolah Bakti Mulya 400 Hadir di Depok, Wujudkan Pendidikan Seimbang dan Modern

"Harapan pertama ini juga menjadi semacam upaya atau mengingatkan mereka bahwa kita akan menangani secara serius terhadap anak-anak yang nakal," terang Supian.

"Termasuk hari ini yang sudah menjalar kepada anak-anak SD, ini yang kita khawatirkan," pungkas Supian. Hry

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru