Salurkan Bansos di Ponorogo, Gubernur Jatim: Jangan Digunakan Untuk Beli Paket Data

realita.co
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa saat memberikan bantuan ke anak Disabilitas didampingi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

PONOROGO (Realita)- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menyalurkan sejumlah Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Ponorogo. Bantuan ini diberikan kepada 157 penerima manfaat di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Kamis (14/05/2025).

Bansos yang diberikan antara lain, Bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ADPD), Bansos Lansia (PKH Plus), Zakat Produktif ( calon penerima manfaat Putri Jawara atau Janda), bantuan operasional pendamping PKH Plus, Tali Asih bagi TKSK dan Tagana, bantuan program pemberdayaan Bum Des, Program Desa berdaya dan Jatim Puspa.

Baca juga: 467 KK di Kota Kediri Penerima Bansos Terlibat Judi Online?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa mengatakan bantuan sosial Pemprov Jatim untuk Ponorogo ini mencapai Rp 3,5 miliar. Glontoran Bansos ini selain untuk meringankan beban masyarakat rentan yang berada di Desil 1, juga sebagai upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Timur.

Baca juga: Pemprov Jatim Gelontor Sidoarjo Bansos Rp 4,9 Miliar

" Angka kemiskinan ekstrim di Jatim ahamdulillah sudah 0,66 persen. Untuk itu kita harus mengakat masalah-masalah di masyarakat dengan solusi yang kongkrit. Mudah-mudahan 2026 kita sudah Zero kemiskinan," ujarnya.

Khofifah menekankan, bagi penerima Bansos untuk tidak menggunakan dana Bansos yang diterima untuk membeli paket data internet. Hal ini untuk menjaga penggunaan dana Bansos oleh masyarakat ditujukan untuk kebutuhan Sekunder bukan Primer.

Baca juga: Rieke 'Oneng' Dukung Penuh PPATK Bongkar Data Bansos Fiktif

" Karena kecenderungan masyarakat inikan 80 persen mengakses internet secara aktif. Kecuali digunakan untuk pedagang online, kalau cuman cheating aja kan tidak produktif," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru