CILEGON (Realita) - Momentum Iduladha 1446 Hijriah tidak hanya menjadi ajang berbagi daging kurban, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan kebersihan lingkungan.
Hal ini disampaikan oleh drg. Rully Kusumawardhany, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cilegon, dalam imbauannya kepada warga.
Baca juga: Semarakkan Perayaan Idul Adha 1446 H, PLN UIT JBM Berbagi Daging Kurban ke Masyarakat
“Perayaan Iduladha jangan hanya diidentikkan dengan pesta daging. Mari jadikan ini sebagai waktu yang tepat untuk mengedukasi diri tentang pola makan sehat dan kebersihan,” tutur drg. Rully.
Ia menyampaikan, masyarakat cenderung mengonsumsi daging dalam jumlah besar saat Iduladha, yang jika tidak diimbangi dengan sayur dan buah, dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi penderita penyakit metabolik.
“Daging kurban kaya akan protein, tapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing,” ujarnya.
Baca juga: GM UIT JBM Tinjau Langsung Kondisi Pasokan Listrik Jawa Timur Jelang Idul Adha 1446H
Selain imbauan konsumsi bijak, Dinas Kesehatan juga mengingatkan pentingnya penanganan daging secara higienis. Mulai dari proses penyembelihan yang bersih, penggunaan alat steril, hingga penyimpanan daging di suhu yang sesuai agar tidak cepat rusak.
“Jangan biarkan euforia kurban justru membawa risiko penyakit. Penanganan daging yang salah bisa memicu infeksi bakteri berbahaya,” tegasnya.
Lingkungan pun tak luput dari perhatian. Limbah penyembelihan harus ditangani secara bertanggung jawab untuk menghindari pencemaran dan penyebaran penyakit.
Baca juga: Jelang Idul Adha 1446 H, PLN Siaga Jaga Listrik Andal di Seluruh Tanah Air
Dinas Kesehatan mengajak masyarakat bekerja sama menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan bersama.
Dengan pendekatan edukatif ini, Dinkes Cilegon berharap masyarakat tak hanya menikmati keberkahan kurban secara spiritual, tapi juga memperoleh manfaat kesehatan yang optimal dari perayaan Idul adha.fauzi
Editor : Redaksi