KAB. BEKASI (Realita)-Antusias warga Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat masih terlihat dalam manfaatkan program pemutihan yang dicanangkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. 30 Juni 2025 adalah akhir dari program unggulan yang di gadang-gadang oleh orang nomor satu di Jawa Barat ini.
Dalam pantauan wartawan Realita.co, pada Selasa, 10 Juni 2025 di Samsat Kabupaten Bekasi terlihat puluhan ribu wajib pajak mulai mengantri sejak Samsat belum di buka, dari kendaraan roda dua, empat bahkan lebih.
Salah satunya, Anning warga Serang Baru, Ia menjelaskan, bahwa hari ini dirinya sedang mengurus mutasi mobil tua miliknya dari wilayah Kota Bogor ke Kabupaten Bekasi.
"Iya, saya sedang urus mutasi masuk dari Kota Bogor ke Kabupaten Bekasi. Sekalian bayar pajak lumayan kan program dari Gubenur, apalagi ini bulan terakhir," ujar Anning kepada wartawan.
Ia menambahkan, biarpun padat, tapi tetap terarah dan kondusif karena setiap titik ada petugas yang memberikan arahan bagi pemohon wajib pajak.
Terpisah, petugas Samsat ketika diwawancarai, menjelaskannya, hari ini pemohon membludak mungkin pasca libur panjang Idul Adha dan ini sudah masuk bulan terakhir program pemutihan, jadi warga begitu antusias untuk memfaatkannya.
"Kami seluruh petugas Samsat Kabupaten Bekasi selalu memberikan pelayanan prima kepada setiap wajib pajak dan memberikan keamanan dan kenyamanan sekuat tenaga, karena ini intruksi langsung dari pimpinan," ungkap Petugas Samsat yang tidak mau disebut namanya.
Disinggung, ada dampak antrian yang mengular di Jalan Raya Pasir Gombong hingga dua kilometer bagi para pengendara yang melintasi Kantor Samsat Kabupaten Bekasi dampak dari antusiasme warga yang sedang mengurus kendaraannya.
Petugas Samsat menerangkan, memang benar ada dampak bagi pengendara roda dua maupun roda empat bahkan lebih yang melintasi depan kantor Samsat.
"Ia, sedikit krodit. Jadi agak sedikit tersendat ketika melintasi depan Samsat, terlebih jam sibuk. Tapi, masih bisa kita urai kemacetannya, jadi bagi para pengendara yang melintas mohon bersabar dan tetap menjaga antrian agar tetap lancar," pungkasnya. (tom)
Editor : Redaksi