AHMEDABAD (Realita) - Siang itu, langit Ahmedabad tampak cerah ketika pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 bersiap lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel. Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner itu mengangkut 230 penumpang dan 12 awak, termasuk dua pilot berpengalaman.
Mereka semua bersiap menempuh perjalanan panjang menuju London Gatwick. Seperti biasa, pengumuman keselamatan telah selesai, sabuk pengaman telah diklikkan, dan tak lama kemudian, roda pesawat meninggalkan landasan sekitar pukul 13.38 waktu setempat.
Baca juga: Kecelakaan Pesawat Air India, 265 Orang Tewas dan 1 Selamat dengan Cidera Ringan
Tak satu pun dari mereka membayangkan bahwa ini akan menjadi penerbangan terakhir mereka.
Namun hanya dalam waktu kurang dari satu menit setelah lepas landas, hal-hal mulai berjalan sangat tidak beres. Menara pengawas menerima sinyal darurat “Mayday” dari kokpit, tanda universal bahwa pesawat berada dalam kondisi kritis.
Beberapa detik kemudian, sinyal transponder menghilang dari radar. Berdasarkan data pelacakan, pesawat hanya mencapai ketinggian sekitar 625 kaki sebelum kehilangan daya angkat dan mulai menukik tajam.
Kejadian berlangsung sangat cepat—hanya dalam rentang waktu di bawah 60 detik.
Penduduk setempat di kawasan Meghani Nagar, yang berada tidak jauh dari perimeter bandara, mendengar suara gemuruh seperti ledakan petir disertai getaran tanah.
Tak lama kemudian, mereka melihat bola api raksasa membumbung ke langit disertai suara menggelegar yang memekakkan telinga.
Pesawat menghantam atap bangunan hostel yang berada di kompleks BJ Medical College.
Badan pesawat langsung hancur saat menghantam struktur bangunan dan meledak, menciptakan kobaran api dahsyat dan kolom asap hitam yang menjulang tinggi dan bisa dilihat dari radius lebih dari lima kilometer.
Ledakan yang dihasilkan begitu besar karena pesawat membawa bahan bakar penuh untuk penerbangan lintas benua.
Percikan api menyebar ke sekitar gedung dan menyebabkan kebakaran hebat yang melahap sebagian besar struktur bangunan hostel atau asrama mahasiswa kedokteran.
Puing-puing pesawat tersebar di halaman, atap, dan beberapa bagian bahkan masuk ke ruang dalam bangunan.
Baca juga: Air India Jatuh dan Meledak, Vishwashkumar Ramesh Keluar dari Puing Pesawat sambil Jalan Santai
Beberapa saksi mata mengatakan mereka melihat tubuh manusia terlempar keluar dari pesawat sebelum akhirnya terhempas ke tanah.
Tangisan, jeritan, dan bau bahan bakar bercampur dengan aroma daging terbakar memenuhi udara. Beberapa mahasiswa medis yang berada di dalam asrama turut menjadi korban, terperangkap tanpa sempat menyelamatkan diri.
Situasi segera berubah menjadi kekacauan. Unit pemadam kebakaran kota Ahmedabad segera dikerahkan, diikuti tim tanggap bencana dari National Disaster Response Force (NDRF) dan personel dari Border Security Force (BSF).
Para petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap mencoba menerobos kobaran api dan kepulan asap untuk mencari korban selamat.
Namun harapan itu nyaris pupus sejak awal. Polisi menyatakan tak ada satu pun penumpang yang selamat dalam tragedi tersebut.
Sekitar 100 jenazah ditemukan dalam kondisi mengenaskan, sebagian besar hangus terbakar dan sulit dikenali.
Baca juga: AJAIB! Pria Ini Selamat dari Kecelakaan Pesawat Air India yang Tewaskan 265 Orang
Sementara itu, suasana di rumah sakit utama Ahmedabad penuh dengan kesibukan. Ambulans berlalu-lalang melalui jalur khusus yang disiapkan, dikenal sebagai "green corridor" untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Petugas medis dan relawan saling bahu membahu mengatur tempat tidur darurat, kantong jenazah, serta ruang identifikasi korban.
Air India mendirikan pusat bantuan dan informasi bagi keluarga korban, menyediakan ruang khusus untuk konseling trauma dan pemrosesan data.
Dalam hitungan jam, tragedi ini menjadi perhatian dunia internasional. Kementerian Luar Negeri India menerima puluhan panggilan dari keluarga di Inggris, Kanada, Portugal, dan negara lain yang memiliki kerabat dalam penerbangan tersebut.
Perusahaan Boeing juga mengirimkan teknisi senior untuk bekerja sama mencari penyebab insiden. Kotak hitam pesawat (flight data recorder dan cockpit voice recorder) langsung diamankan dari reruntuhan untuk dianalisis.
Para pakar menyebut ini adalah kecelakaan fatal pertama yang melibatkan Boeing 787 Dreamliner sejak pesawat itu digunakan secara komersial pada 2011, membuat industri penerbangan global tercengang.rin
Editor : Redaksi