Wih, Ada Video Mapping Show di Grebeg Suro Ponorogo

realita.co
Uji coba video Mapping show yang diawasi langsung oleh Bupati Sugiri Sancoko.

PONOROGO (Realita)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo terus berinovasi dalam memeriahkan ivent Grebeg Suro. Seperti yang dilakukan tahun ini, agar tidak terkesan monoton, dalam pertunjukan pembukaan event tahunan ini, Pemkab Ponorogi akan menyajikan Vidio Mapping Show.

Pertunjukan ini sendiri diklaim baru pertama kali di gelar di event Grebeg Suro. Tak tanggung-tanggung, pertunjukan ini akan menggukan bangunan panggung utama Aloon-Aloon Ponorogo sebagai latar pertunjukan. Dengan mengambil tema sejarah Reog Ponorogo.

Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Pejabat Pemkab Ponorogo di Polres Madiun Kota, Pasca Penangkapan Bupati Sugiri

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengapresiasi upaya Event Organizer (EO) Grebeg Suro yang datang dari Bandung ini. Pasalnya, dengan Vidio Mapping Show wajah Event Grebeg Suro semakin berbeda dan lebih inovatif. Hal ini diklaim akan semakin memeriahkan event tahunan tersebut.

“ Tentu dengan adanya Vidio Mapping Show ini lebih meriah dan menarik lagi event ini. Wisatawan akan banyak ke Ponorogo untuk menyaksikan langsung. Hal ini sejalan dengan upaya kita membuat event ini tidak monoton,” ujarnya, Senin (16/06/2025).

Baca juga: Ungkap Gratifikasi Proyek, KPK Obok-Obok Rumah Ketua KONI hingga Anggota Dewan

Sugiri menambahkan, tak hanya Vidio Mapping Show, dalam event tahun ini Grebeg Suro juga akan diwarnai dengan pameran keris raksasa.

“ Kami terus berupaya, agar Grebeg Suro selalu inovatif dan unik. Sehingga mengundang animo wisatawan ke Ponorogo, yang tentunya akan membawa spanding ekonomi ke masyarakat Ponorogo,” tambahnya.

Baca juga: Dugaan Korupsi Bupati Ponorogo, KPK Obok-Obok Kantor PT Widya Satria di Surabaya

Bupati Giri mengaku, pihaknya akan pelan-pelan merubah mindset Grebeg Suro menjadi event yang membebani keuangan daerah. Hal ini dibuktikan tahun ini dari Rp 5,7 miliar kebutuhan penyelenggaraan event Grebeg Suro. Pemkab hanya menyokong Rp 350 juta saja. Sementaranya sisanya diserahkan kepada EO untuk berimprovisasi dalam mencari suport anggaran.

“ Grebeg Suro tanpa APBD itu nyata dan bisa. Tahun ini kita mulai, kita biarkan EO berimprovisasi mengemas event ini semenarik mungkin semeriah mungkin,” pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru