Trump Ultimatum Iran: Letakkan Senjata dan Berdamai dengan Israel

realita.co
Donald Trump. Foto: iG Realdonaldtrump

WASHINGTON (Realita)  - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memaksa Iran untuk meletakkan senjata dan berdamai dengan Israel. Trump mengancam serangan lanjutan jika Iran tak mau berdamai.

Menurut Trump, serangan lanjutan nanti bisa berdampak lebih besar lagi.

Baca juga: Beranikah Dunia Melawan Amerika Serikat?

“Iran, si pembuat onar di Timur Tengah, kini harus memilih damai. Jika tidak, serangan-serangan di masa depan akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah dilakukan,” kata Trump dalam pidato pada Sabtu (21/6/2025) malam waktu AS, dilansir dari CNN.

Trump mewanti-wanti, AS bisa menyerang target-target lain dengan presisi, kecepatan dan keahlian dalam hitungan menit.

Sang presiden juga memuji militer AS dan mengucapkan terima kasih kepada tentara Israel.

Baca juga: Trump Perluas Larangan Perjalanan ke AS, Warga 39 Negara Terdampak

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada militer Israel atas pekerjaan luar biasa yang telah mereka lakukan, dan yang terpenting, saya ingin memberikan selamat kepada para patriot hebat Amerika yang menerbangkan mesin-mesin luar biasa malam ini," katanya.

Sebelumnya, militer AS telah menyerang tiga lokasi di Iran. Serangan diduga untuk melumpuhkan program nuklir Iran.

Dilansir dari AP, pejabat AS dan Israel menyatakan bahwa pembom siluman AS dengan bom penembus bunker seberat 13.500 kilogram menghancurkan situs-situs pertahanan tinggi yang terkoneksi dengan program nuklir Iran yang terkubur di bawah tanah.

Baca juga: Pakar Politik AS: Untuk Buka Lagi Pemerintahan Trump, Fillibuster Harus Dihapus

Bom penembus bunker buatan AS yang dikenal dengan GBU-57 Massive Ordnance Penetrator, menggunakan bobot dan kekuatan kinetik untuk menembus target bawah tanah dan kemudian meledak. Bom ini hanya dapat dijatuhkan oleh pembom siluman B-2 milik AS.new



Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru