Tingkatkan Perlindungan Naker, BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Sosialisasi ke Apotek

realita.co
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sidoarjo Arie Fianto Syofian saat sosialisasi ke para apoteker se-Sidoarjo.

SIDOARJO (Realita) - BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan dan Pengelolaan Apotek dan Toko Obat se-Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Sidoarjo pada Rabu (18/6/2025) ini fokus utamanya membahas jaminan tenaga kerja dan perlindungan sosial.

Baca juga: Bupati Madiun Serahkan Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan di PT Global Way Madiun

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sidoarjo, Arie Fianto Syofian mengatakan, acara ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi apotek dan toko obat di Sidoarjo dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Melalui bimbingan teknis ini kami ingin memastikan seluruh penanggung jawab apotek dan toko obat memahami pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan," ujarnya.

Menurutnya, hal ini tidak hanya melindungi tenaga kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dia juga mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perpanjang PKS Perlindungan 25.000 Pekerja Rentan

Selain itu juga berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2021 yang mengatur tata cara penyelenggaraan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.

"Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan kepada apotek se-Kabupaten Sidoarjo agar menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan," jelas Arie.

"Selain itu, meningkatkan coverage kepesertaan Pemberi Kerja/Badan Usaha (PKBU) dan tenaga kerja aktif di wilayah Sidoarjo," tambahnya.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Rakor Perlindungan Pekerja Sektor Jasa Konstruksi

“Kami optimis dengan meningkatnya cakupan kepesertaan akan mendorong perlindungan yang lebih luas bagi tenaga kerja di sektor apotek dan toko obat, sehingga memberikan rasa aman bagi pekerja dan pengelola,” tutur Arie.

Kegiatan ini menjadi titik awal penting bagi optimalisasi perlindungan sosial tenaga kerja di Sidoarjo, sekaligus mendukung peningkatan regulasi perizinan di sektor kesehatan yang sangat vital bagi masyarakat. gan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru