LAMONGAN (Realita) - Empat warga Kabupaten Lamongan yang baru - baru ini berhasil dievakuasi dari Iran dan kembali ke Tanah Air melalui jalur diplomatik dipastikan merupakan satu keluarga.
Maftukhin, sang kepala keluarga, bersama istrinya, Qurunia Rani Rahmah, dan kedua anak mereka, Zaki Muhammad serta Fatimah Zafira Hashe, adalah warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi, Lamongan.
Baca juga: Perang 12 Hari, Iran Hancurkan 5 Fasilitas Militer Israel
Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Desa Tawangrejo Kecamatan Turi, Masbukin, saat dikonfirmasi pada Kamis (26/6/2025). "Ya mas, itu satu keluarga. Pak Maftukhin itu kepala keluarga, istrinya Qurunia Rani Rahmah, dan dua lainnya adalah anaknya yang masih sekolah ikut tinggal di sana,” ujar Masbukin.
Masbukin menjelaskan bahwa keluarga tersebut telah bertahun - tahun tinggal dan bekerja di Iran. Meskipun jarang pulang ke kampung halaman, Maftukhin masih tercatat sebagai warga Tawangrejo.
"Kami lega mendengar mereka sudah kembali ke Indonesia,” tambahnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh kerabat Maftukhin, yakini Siti Maimunah. Ia mengaku sempat merasa khawatir saat mendengar situasi di Iran memburuk akibat perang.
“Saya takut, apalagi katanya makin tidak aman. Tapi saya lega waktu dengar mereka sudah selamat,” ungkapnya.
Baca juga: Pangeran MBS Janji Tak Akan Izinkan Kerajaanya Dipakai AS dan Israel untuk Serang Iran
Siti Maimunah juga menceritakan bahwa Maftukhin dikenal sebagai sosok yang pendiam, cerdas, dan pekerja keras. Ia pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren di Bangil sebelum akhirnya menikah di Iran dengan perempuan asal Pasuruan dan dikaruniai dua anak.
"Lebaran kemarin sempat bilang mau pulang Agustus dan tidak kembali ke Iran. Tapi karena ada perang, akhirnya dipulangkan oleh pemerintah,” jelasnya.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lamongan menyatakan bahwa data kependudukan keluarga Maftukhin sempat nonaktif karena tidak adanya aktivitas dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Donald Trump Klaim Iran dan Israel Gencatan Senjata
Oleh karena itu, keluarga tersebut diminta untuk segera datang ke kantor Disdukcapil untuk mengaktifkan kembali data kependudukannya.
Sementara itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lamongan mengonfirmasi bahwa keempatnya termasuk dalam daftar warga negara Indonesia yang dievakuasi dan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
Reporter : David Budiansyah
Editor : Redaksi