SURABAYA (Realita) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menggelontorkan anggaran fantastis hingga Rp 2,4 triliun untuk menuntaskan persoalan banjir.
Rencana ini terungkap dalam pembahasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dan akan menjadi salah satu program prioritas kota.
Baca juga: Pembebasan Lahan Kampung Taman Pelangi Rampung, Proyek Flyover Segera Dibangun
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Raperda Pengendalian Banjir DPRD Surabaya, Aning Rahmawati, mengungkapkan bahwa alokasi ini akan mencakup berbagai proyek strategis.
Sebutlah seperti pembangunan dan revitalisasi saluran, normalisasi sungai, pembangunan rumah pompa, hingga penataan muara.
“Pada tahun 2026-2027 nilai anggaran untuk pengendalian banjir mencapai Rp 2,4 triliun,” kata Aning dikonfirmasi.
Aning menjelaskan, dalam pembahasan RPJMD tersebut, pansus menemukan masalah klasik yang menjadi akar banjir.
Banyak saluran drainase lama ditutup pengembang, bahkan saluran irigasi lama belum dikonversi ke sistem modern.
Baca juga: Baru Beroperasi, Satgas Premanisme dan Mafia Tanah Surabaya Terima Puluhan Aduan
“Ini persoalan mendasar yang harus ditata. Kami sudah memanggil kelurahan, warga, hingga pengembang untuk membedah masalah ini,” jelas Aning.
Selain itu, dia melanjutkan, aturan mengenai sempadan sungai yang tertuang dalam RTRW juga akan diperkuat.
“Masalahnya, masih banyak sertifikat yang terbit di sempadan sungai. Perda ini jadi momentum menegakkan aturan secara tegas dan adil,” tegasnya.
Baca juga: Pohon Tumbang dan Banjir Rendam Perkotaan Hingga Jalur Antar Kecamatan di Lamongan
Lebih jauh, Legislator dari Fraksi PKS ini memastikan Pansus akan mengawal ketat agar raperda ini tidak sekadar dokumen, melainkan mampu menjawab persoalan teknis maupun kelembagaan.
Menurut dia, besarnya anggaran harus diiringi dengan perencanaan matang dan pelaksanaan transparan.
“Kami akan tajamkan lagi, supaya masyarakat tahu berapa anggaran untuk menuntaskan banjir di Surabaya. Raperda ini nanti menyajikan angka kebutuhan riil secara clear and clean,” ujarnya.rin
Editor : Redaksi