DEPOK (Realita) - Kota Depok menjadi salah satu wilayah prioritas dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan Pemerintah Pusat untuk pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Menindaklanjuti hal tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri melakukan peninjauan langsung ke TPA Cipayung, lokasi yang disiapkan sebagai pusat transformasi energi dari sampah.
Baca juga: Menteri LH Sambangi Depok, Beberkan Strategi untuk Mengatasi Sampah Nasional
Dalam kunjungannya, Supian menjelaskan bahwa untuk bisa ikut dalam program nasional ini, terdapat empat syarat utama yang harus dipenuhi setiap daerah.
Persyaratan tersebut yakni memiliki lahan 5 hektar, produksi sampah minimal 1.000 ton per hari, sistem transportasi sampah yang efisien, dan perda retribusi sampah.
“Nah dari poin-poin yang tadi disebutkan, Kota Depok tinggal hanya mencukupi untuk kebutuhan lahan yang belum tercapai 5 hektar itu,” terang Supian, Selasa (29/7/2025).
Supian menegaskan bahwa penambahan luas lahan menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi untuk bisa bersurat secara resmi ke Kementerian.
Baca juga: Penyegaran Birokrasi di Depok, 126 ASN Jalani Mutasi dan Promosi Jabatan
Saat ini, kata Supian, pihaknya baru memiliki sekitar 2 hektar lahan di luar area TPA.
“Kita baru punya space lahan 2 hektar kurang lebih diluar TPA yang bisa dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah diluar metode yang kita jalankan hari ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, Supian menerangkan, perlu sekitar 3 hektar lagi ditambahkan untuk bisa bersurat ke Kementerian bahwa Depok siap menjadi kota untuk dikelola pengelolaan sampahnya menjadi energi listrik.
Baca juga: Rangkaian HUT ke-80 RI di Depok, Ratusan Biker Meriahkan Riding Merah Putih
“Ini yang kita upayakan, sehingga kita mengecek di berapa titik disini yang memungkinkan kita melebarkan pembebasan lahan untuk kesiapan kita mengajukan ke Kementerian, itu yang pertama terkait dengan TPA,” beber Supian.
Menariknya, Supian juga mengungkapkan bahwa ada juga tawaran-tawaran pihak ketiga yang menawarkan opsi pengolahan sampah menjadi hidrogen.
“Ada beberapa pihak ketiga yang menawarkan skema sampah jadi hidrogen. Manapun yang dijalankan, yang penting bagi kami adalah sampah terselesaikan secara menyeluruh,” tegasnya. Hry
Editor : Redaksi