Jokowi Jadi Dewan Penasihat Bloomberg, Pengamat: Tak Masuk Akal

realita.co
Jerry Massie. Foto: Dok

JAKARTA (Realita) – Masuknya Presiden Ketujuh RI Joko Widodo menjadi Dewan Penasihat Bloomberg menuai sorotan. Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menilai ada yang tak masuk akal hingga Jokowi menjadi penasihat di Bloomberg.

“Saya kira mereka no competence memilih orang. Apalagi bahasa Inggris Jokowi memang sering dikritik,” kata Jerry kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/9).

Baca juga: Undang-undang Perampasan Aset Disahkan, Direktur P3S : Bisa jadi Target Pertama Jokowi

Ia mengungkit beberapa peristiwa yang mempertontonkan skill berbahasa Inggris Jokowi yang menuai kritik dari para warganet.

“Berapa kali tampil beliau berpidato berbahasa Inggris justru oleh banyak orang dan pemimpin dunia mengkritiknya,” ungkapnya.

Baca juga: Sudah 81 Tahun Merdeka, Rakyat Indonesia Belum Sejahtera dan Prabowo Punya Banyak PR

Jerry menduga ada 'permainan belakang' dari penunjukan Jokowi oleh Bloomberg ini. Alasannya, Jokowi bukanlah sosok ahli dan kompeten di bidang ekonomi.

“Selama dia memimpin, pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit menyentuh angka enam persen,” ungkapnya.

Baca juga: Jokowi Blusukan lagi, Disindir PDIP

Ia menyebut Jokowi terkesan ambisius.

“Walau sudah pensiun tetap saja seperti melakukan manuver dan cawe-cawe politik atau tak ingin istirahat,” tutup Jerry.jr

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru