Produksi Capai 45 ton per Hari , Telur BPNT Ponorogo Ambil dari Luar Daerah?

realita.co
Ilustrasi telur BPNT.

 

PONOROGO (Realita)- Kendati melimpah, namun program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Ponorogo tampaknya tidak maksimal dalam menyerap produksi telur ayam lokal. 

Baca juga: Pemkot Surabaya Mulai Salurkan Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah Tahap II

Bahkan, komodity telur ayam dalam program milik Kementrian Sosial (Kemensos) yang disalurkan setiap bulan ini, justru memakai telur ayam dari luar daerah. 

Sesuai data Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo, jumlah produksi telur lokal di Ponorogo mencapai 45 ton per hari, atau 1.350 ton per bulan.

" Sampe saat ini peternak ayam petelur se kabupaten Ponorogo yang tergabung dalam Asosiasi Peternak Ayam Petelur Ponorogo (APAPP) , hampir 500 orang dengan populasi sekitar 900.000 ekor. Produksi 45 ton/hr," ujar Kepala Dipertahkan Ponorogo Andy Susetyo, Senin (27/09).

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ponorogo Supriyadi mengaku, untuk mencukupi sekitar 8.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di Ponorogo, pihaknya membutuhkan sedikitnya 80 ton telur ayam, dimana satu orang menerima 1 kilogram telur ayam. Pihaknya mengeklaim minimnya produksi telur lokal, membuat komodity telur pada BPNT di Ponorogo harus menggunakan telur dari luar daerah untuk mencukupi kebutuhan tersebut.

" Kebutuhan cukup banyak.  Misalkan  1 orang satu kilo saja itu bisa 80 ton. Padahal ponorogo itu produksinya tidak ada 80 ton. Sehingga infonya masih ngambil (telur) dari luar," akunya.

Baca juga: Pastikan Ketersediaan Stok Beras Aman, Pemkot Surabaya Kembali Gelontorkan 14 Ton

Supriyadi menambahkan, harga yang dipatok dalam pengadaan telur BPNT sendiri merupakan kebijakan dari peternak dan agen BPNT.

"Untuk harga itu langsung peternak dengan agen BPNT. Nanti penyaluran harga pasar yang berlaku," ungkapnya.

Lebih jauh, Supriyadi menjelaskan untuk penyaluran BPNT bulan September sendiri, dimajukan pada Bulan Agustus lalu. Sehingga di bulan September ini praktis tidak ada penyaluran program BPNT.

Baca juga: Program Redistribusi Tanah Desa Sumberbrantas Sudah Terbitkan Sertifikat 280 Bidang

" Penyaluran diajukan Bulan Agustus. Jadi Agustus itu ada dua penyaluran. yakni penyaluran kuota Agustus dan September," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, anjloknya harga telur ayam saat ini membuat peternak telur ayam kelimpungan. Kondisi ini diperparah dengan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang membuat penurunan kebutuhan telur di pasaran. Akibat kondisi ini stok telur 7 ton telur di peternak menumpuk dan tidak terserap.

"Makanya kita lakukan bazar telur tiga hari ini, untuk mengeluarkan stok itu, siapa tahu bisa terjual semuanya dengan harga Rp 17 ribu," ujar salah satu peternak ayam petelur asal Sukorejo, Eny Kustianingsih, Minggu (25/09) kemarin.Lin

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru