TASIKMALAYA (Realita)- Dua warga Kota Tasikmalaya meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api di Awipari, tepatnya di perlintasan tanpa palang pintu yang berada di Kampung Talangsari.
Kecelakaan maut tersebut terjadi ketika sepeda motor yang mereka kendarai melaju melintasi rel pada saat kereta Lodaya dari arah barat sedang melintas. Peristiwa ini sontak menyita perhatian warga karena lokasi tersebut memang dikenal sebagai titik rawan kecelakaan.
Kejadian tragis itu berlangsung pada Minggu, 16 November 2025, sekitar pukul 09.00 WIB. Cuaca cukup cerah dan arus lalu lintas warga di sekitar lokasi sedang normal seperti hari libur biasanya.
Namun, perlintasan kereta di Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya itu tidak memiliki palang pintu maupun penjaga yang biasanya berfungsi mengingatkan pengendara. Kondisi tersebut membuat siapa pun yang melintas harus lebih waspada, terlebih di jalur aktif yang setiap hari dilalui kereta antarkota.
Baca juga: Asyik Main Layangan, Bocah 8 Tahun Tewas Ditabrak Kereta
Identitas dan Aktivitas Korban Sebelum Kejadian
Kedua korban diketahui bernama Uun Maskun (76) dan Idraki Fathul Islam, warga Jalan Siliwangi No. 229, Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang.
Menurut keterangan pihak kepolisian, keduanya saat itu sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dan hendak melintas menuju arah pemukiman warga. Aktivitas korban sebelum kejadian masih dalam penyelidikan, namun warga sekitar menyebut mereka memang cukup sering melintasi jalur Awipari untuk beraktivitas harian.
Begitu kecelakaan terjadi, warga langsung berdatangan untuk memberi pertolongan. Namun kondisi korban sudah sangat parah akibat benturan keras dengan Kereta Api di Awipari tersebut.
Tidak lama setelah itu, petugas kepolisian bersama tim dari PT KAI tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengamankan area agar tidak mengganggu operasional perjalanan kereta.
Informasi mengenai peristiwa mengenaskan ini dipublikasi oleh warga melalui berbagai platform media sosial.
Baca juga: Terobos Palang Pintu, Taksi Listrik Ditabrak Kereta
Dari keterangan saksi mata, motor yang ditumpangi kedua korban melintas tanpa berhenti dan tidak melihat kiri-kanan. Di saat bersamaan, Kereta Api Lodaya jurusan Bandung–Solo tengah mendekati perlintasan dengan kecepatan perjalanan normal. Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan tidak dapat dihindarkan.
Motor korban tersambar tepat di tengah rel dan terseret puluhan meter. Salah satu korban terbawa sekitar 50 meter, sedangkan korban lainnya terseret hingga 67 meter dari titik benturan. Motor bahkan terbawa hingga mendekati Stasiun Awipari.
Baca juga: Pulang Belanja, Ibu dan Dua Anaknya Meninggal Ditabrak Kereta di Perlintasan tanpa Palang Pintu
Dugaan sementara menyebut kelalaian saat melintasi rel tanpa palang pintu menjadi penyebab utama. Minimnya fasilitas keselamatan seperti sirene atau palang otomatis juga memperburuk situasi.
Polisi mengimbau masyarakat untuk selalu berhenti, menengok kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum melewati rel, terutama di jalur-jalur rawan seperti lokasi Kereta Api di Awipari tersebut.aw
Editor : Redaksi