Dinas Pendidikan Lakukan Trauma Healing

Ratusan Siswa SDN 07 Gurun Laweh Kehilangan Seragam Akibat Banjir

realita.co
Para siswa SDN 07 Gurun Laweh terlihat antusias mengikuti kegiatan trauma healing yang digelar Dinas Pendidikan Kota Padang. Foto: Amryan

PADANG (Realita)- Ratusan siswa SDN 07 Gurun Laweh masih menghadapi hari-hari sulit pascabencana banjir bandang yang melanda kawasan tersebut. Sebagian besar dari mereka harus kembali bersekolah tanpa seragam karena pakaian dan perlengkapannya terseret arus banjir.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri, mengungkapkan ada 180 siswa yang terdampak. Bahkan, 80 persen dari mereka belum memiliki seragam sekolah dan datang belajar menggunakan pakaian bebas.

Baca juga: Padang Terbaik Kedua Indeks Inovasi Daerah di Sumbar

“Seragam mereka hanyut saat banjir. Selain bantuan perlengkapan sekolah, kita juga memberikan program trauma healing untuk mengembalikan kondisi psikologis anak-anak,” ujar Nurfitri, Sabtu (6/12/2025).

Untuk membantu proses pemulihan, UPTD Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (LDPI) menerjunkan tim khusus ke sekolah tersebut. Fokus utama adalah mengembalikan keseimbangan emosi, mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman, serta membangkitkan kembali semangat belajar para siswa.

“Kita mencoba memulihkan fungsi anak agar bisa beraktivitas normal kembali dengan cara menularkan kebahagiaan,” tambah Nurfitri.

Tim LDPI mengisi kegiatan dengan berbagai permainan edukatif dan ekspresif, seperti:

1. Menggambar untuk memantau kondisi psikologis siswa

Baca juga: Tiga ASN Padang Dikirim ke India Ikuti Program ITEC, Perkuat Kerja Sama Internasional

2. Permainan bola melambung guna meningkatkan fokus

3. Ular naga untuk mengeluarkan ekspresi bahagia dan memulihkan semangat

Kegiatan dilakukan dalam suasana ramah anak dan inklusif, dipandu secara suportif oleh para pendamping.

Baca juga: RT 05 RW 05 Kelurahan Cengkeh Raih RT Terbaik Kota Padang di Padang Rancak Award 2025

Sebagai penambah keceriaan, setiap siswa menerima bingkisan berisi makanan kesukaan anak-anak, seperti susu, wafer, dan camilan ringan. Hal ini dilakukan untuk menambah motivasi sekaligus menciptakan suasana ceria selama kegiatan.

Nurfitri berharap upaya ini dapat mempercepat pemulihan mental anak-anak terdampak bencana serta memperkuat ketahanan psikologis mereka.

“Kita ingin mereka segera kembali merasa aman dan nyaman untuk belajar, meski situasi masih penuh keterbatasan,” tutupnya. (Amryan)

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru