MADIUN (Realita) - Upaya memperkuat kualitas generasi muda melalui program pemenuhan gizi terus digencarkan oleh Polres Madiun.
Hal tersebut ditandai dengan peresmian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 2 dan 3 yang dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026) di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.
Baca juga: Soal Penutupan SPPG Eks Pasar Lanang Ponorogo, BGN Dateline 3 Bulan Untuk Pindah Lokasi
Peresmian yang dipusatkan di SPPG ke-3 Desa Sogo tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun, AKBP Kemas Indra Natanegara. Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Madiun Hari Wuryanto, Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Wakil Bupati Madiun, unsur Forkopimda, pejabat utama Polres Madiun, Bhayangkari, Muspika Balerejo, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan guru dan warga Desa Sogo.
Dalam sambutannya, Kapolres Madiun menyampaikan bahwa peluncuran SPPG 2 dan 3 ini merupakan bagian dari launching serentak SPPG Polri secara nasional yang juga dihadiri Presiden Republik Indonesia di SPPG Palmerah, Polres Jakarta Barat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan SPPG merupakan wujud nyata dukungan terhadap program strategis nasional, khususnya dalam pemenuhan gizi anak sekolah.
“Program ini adalah amanah dari Badan Gizi Nasional untuk membangun generasi emas Indonesia melalui peningkatan gizi anak sekolah. SPPG bukan sekadar dapur pelayanan, tetapi infrastruktur strategis yang berdampak langsung pada sektor pendidikan, kesehatan, sekaligus penggerak ekonomi lokal,” ungkap Kapolres.
Lebih jauh, ia juga menjelaskan, saat ini Polres Madiun telah memiliki tiga unit SPPG yang bermitra dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun unsur masyarakat.
Baca juga: Sidak SPPG Banyudono Ponorogo, BGN Bakal Tutup Dapur Akibat di Bawah Kandang Burung
Menurutnya, kehadiran SPPG 2 di Kecamatan Pilangkenceng dan SPPG 3 di Desa Sogo, Kecamatan Balerejo, diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan serta memastikan pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan SPPG, mulai dari proses pengadaan bahan baku, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas. Hal ini dilakukan guna menjamin makanan yang disajikan memenuhi standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan.
Sementara itu, Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan sangat mengapresiasi langkah Polres Madiun yang aktif mengambil peran dalam program sosial kemasyarakatan.
Baca juga: Warning Mitra MBG Ponorogo-Pacitan, Wakil Kepala BGN: Gak Bener Saya Sikat
Menurutnya, pembangunan SPPG bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kuat sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam upaya pencegahan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Anak-anak yang sehat dan tercukupi gizinya hari ini adalah generasi unggul Kabupaten Madiun di masa depan. Keberadaan SPPG ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Madiun yang Bersahaja – Bersih, Sehat, dan Sejahtera,” tandas Bupati.
Dengan diresmikannya SPPG 2 dan 3, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi di wilayah Kabupaten Madiun semakin luas, efektif, dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesehatan anak-anak usia sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Editor : Redaksi