Bukber di Ponorogo, Yayasan Whana Chatra Wajibkan SPPG Transparan Sajikan Menu “Mewah” Bergizi

realita.co
Pengurus Yayasan Whana Chatra Indonesia dan sejumlah perwakilan SPPG saat melakukan kegiatan buka bersama di Mahesa Hotel Ponorogo. 

PONOROGO (Realita)- Upaya membangun kepercayaan publik terus dilakukan Yayasan Whana Chatra Indonesia. Melalui momentum silaturahmi dan buka bersama yang digelar di Crystal Hall Maesa Hotel Ponorogo, Selasa (17/3/2026), yayasan ini menegaskan komitmennya dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang transparan, berkualitas, dan berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran tim inti dari lima dapur SPPG di bawah naungan yayasan, yakni SPPG Ronowijayan Siman, Keniten, Banyudono 1, Ngrupit, dan Ngasinan 002. Hadir dalam forum tersebut kepala SPPG, akuntan, ahli gizi, hingga tim dapur seperti head chef dan asisten chef.

Baca juga: Diduga Pangkas Anggaran MBG, 2 SPPG di Ponorogo Kena Suspend BGN

Ketua Yayasan Whana Chatra Indonesia, Amri Aulia Rochman, S.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang buka puasa bersama, melainkan juga ruang konsolidasi internal untuk memastikan seluruh operasional dapur berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Ini bagian dari komitmen kami. Tidak boleh ada penyimpangan anggaran di dapur. Semua harus transparan. Yang paling penting, menu yang disajikan wajib mewah, layak, dan bergizi,” tegas Amri.

Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan program dapur makanan bergizi di berbagai daerah. Dalam hal ini, Yayasan Whana Chatra Indonesia berupaya mengambil posisi berbeda dengan menghadirkan layanan yang tidak hanya memenuhi standar minimum, tetapi juga mengedepankan kualitas.

Baca juga: Operasional 1.512 SPPG Dihentikan Sementara

Menurut Amri, dapur bukan sekadar tempat produksi makanan, melainkan ujung tombak pelayanan sosial yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, kualitas menu menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Kalau niatnya untuk masyarakat, ya harus total. Tidak boleh setengah-setengah,” imbuhnya.

Baca juga: BGN Ingatkan MBG Jangan Dijadikan Ladang Bisnis Semata

Selain itu, yayasan juga telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan guna memperkuat citra positif di masyarakat. Dalam waktu dekat, mereka akan menggelar kegiatan bakti sosial serta lomba memasak antar dapur SPPG.

Langkah tersebut dinilai tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga strategi untuk menjaga standar kualitas sekaligus meningkatkan semangat tim di lapangan. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru