JAKARTA (Realita)- Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Wisnu Hani Putranto, dicopot. Pencopotan dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) setelah Ombudsman RI menemukan hunian mewah berfasilitas lengkap di dalam Lapas Cibinong.
Tak hanya Kalapas, empat pejabat Lapas Cibinong juga ikut dicopot. Yakni Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Kasi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), Kasi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), dan Kepala Urusan Umum.
Baca juga: Ombudsman RI Ungkap Kamar Mewah Bak Cluster di Lapas Cibinong, Kunjungan Sempat Ditolak
Wisnu Hani Putranto lahir 3 Oktober 1984. Ia bukan orang baru di dunia pemasyarakatan. Kariernya moncer dimulai sejak 2002 di Kementerian Hukum dan HAM.
Jebolan Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) atau Poltekip ini bergelar A.Md.IP, S.H., dan M.Si.
Sebelum di Cibinong, ia pernah bertugas di Lapas Kelas IIB Cilacap, Jawa Tengah. Ia baru menjabat Kalapas Cibinong pada Oktober 2023 menggantikan Usman Madjid.
Selama menjabat, Lapas Cibinong sempat panen penghargaan. April 2025, dapat penghargaan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto atas pembinaan warga binaan.
Agustus 2025, Wisnu diganjar Lencana Panca Warsa I dari Kwarcab Kabupaten Bogor. Februari 2026, Lapas Cibinong kembali dapat penghargaan dari Polri karena membantu ungkap jaringan narkoba.
Namun semua itu buyar setelah temuan hunian bak apartemen di dalam lapas.
Soal harta, berdasarkan LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan 28 Januari 2026, Wisnu tercatat punya kekayaan Rp3.189.411.335 tanpa utang.
Harta itu terdiri dari 5 (lima) bidang tanah dan bangunan di Semarang, Jakarta Selatan, hingga Depok senilai Rp2,7 miliar. Lalu 2 kendaraan Jeep SUV dan Toyota Hilux senilai Rp380 juta, harta bergerak lain Rp25 juta, dan kas Rp55,1 juta.
Kini Wisnu dan 4 (empat) pejabat lainnya masih diperiksa internal Kemenimipas.fah
Editor : Redaksi