SOLO (Realita) – Bank Indonesia (BI) membidik pangsa pasar keuangan syariah nasional mencapai 12 hingga 15 persen pada 2028.
Penegasan ini disampaikan Deputi Direktur Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur, Yono Haryono, dalam Capacity Building Media Gathering di Solo, Jawa Tengah, Senin (5/10/2026) malam.
Baca juga: Bank Jatim Dorong Penguatan UMKM melalui Expo UMKM dan Ekosistem Haji serta Umrah 2026
Yono menyebutkan bahwa meski kinerja industri syariah pada 2024 menunjukkan tren positif—dengan pangsa pasar Halal Value Chain (HVC) sebesar 25�n keuangan syariah 11%—akselerasi masih sangat dibutuhkan.
"Pembiayaan perbankan syariah per Maret 2024 tumbuh 12–14 persen, sementara pembiayaan P2P syariah menyentuh Rp3,22 triliun dengan literasi eksyar 23,3 persen," kata Yono.
Baca juga: 3.750 Pelari Ramaikan Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K
Guna mengatasi hambatan seperti keterbatasan inovasi produk dan infrastruktur halal, BI menyiapkan tiga langkah strategis: penguatan ekosistem HVC terintegrasi, perumusan kebijakan makroprudensial syariah sesuai UU P2SK, serta penguatan ekosistem keuangan sosial syariah.
Dengan strategi tersebut, BI memproyeksikan pada 2028 literasi eksyar melonjak di atas 50%, sertifikasi halal menembus 7 juta produk, dan inklusi keuangan syariah naik ke level 15–18%.gan
Baca juga: Bank Jatim Dorong Akselerasi Lelang 2026 Untuk Percepat Penyelesaian Aset
Editor : Redaksi