David Rigi Ajak Kader Pemuda Pancasila Loyal pada Ideologi, Bukan Figur

realita.co
sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan di Padepokan H. David Rigi, Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi. Foto: Yusuf

LAMONGAN (Realita)– Nama besar Pancasila harus diimbangi dengan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan di Padepokan H. David Rigi, Desa Kebonsari, Kecamatan Sukodadi.

Kegiatan yang dihadiri Anggota DPR RI Ahmad Labib, S.H.I., M.H., serta perwakilan ketua cabang Pemuda Pancasila dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan itu menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman ideologi kebangsaan sekaligus mendorong kader agar semakin berperan positif di tengah masyarakat.

Baca juga: Yahya Zaini Sosialisasikan Alkes dan PKRT di Madiun

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Labib mengingatkan bahwa organisasi yang membawa nama Pancasila memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan teladan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila tidak cukup sekadar disampaikan melalui kegiatan sosialisasi, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Ia menyoroti munculnya penilaian negatif terhadap sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) akibat perilaku sebagian anggotanya yang dinilai menyimpang, bahkan melanggar hukum. Kondisi tersebut berpotensi mengikis kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan ormas.

“Pemuda Pancasila ini harus benar-benar Pancasilais karena kita membawa nama besar Pancasila,” tegas Ahmad Labib.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menanamkan pengamalan lima sila Pancasila dalam diri setiap kader. Implementasinya harus terlihat dalam cara bersikap, berkomunikasi, berinteraksi, hingga menjalankan aktivitas sosial di lingkungan masyarakat.

Ahmad Labib juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap tata kelola organisasi kemasyarakatan agar keberadaannya tetap sejalan dengan ketentuan hukum dan kepentingan publik. Ia berharap Pemuda Pancasila mampu membuktikan perannya sebagai organisasi yang memberikan kontribusi positif, bukan justru menimbulkan persoalan sosial.

Selain menyoroti tanggung jawab organisasi, Ahmad Labib menegaskan pentingnya sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Empat pilar tersebut meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Rapidin Simbolon: Melestarikan Bumi Geopark Kaldera Toba dengan Pancasila

Menurutnya, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan semakin penting di tengah beragam tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berorientasi pada kepentingan nasional serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan, H. David Rigi, menyoroti pentingnya menjaga soliditas kader di tengah dinamika dan perubahan kepemimpinan organisasi. Ia mengajak seluruh kader menyikapi setiap perubahan secara bijaksana tanpa kehilangan komitmen terhadap ideologi yang menjadi landasan organisasi.

Menurut David, pergantian kepemimpinan dapat membawa pola kerja, kebijakan, dan kebiasaan baru sehingga membutuhkan proses adaptasi. Namun, perubahan tersebut tidak boleh menggeser prinsip dasar perjuangan maupun loyalitas kader terhadap Pancasila.
Ia menegaskan bahwa loyalitas kader semestinya berlandaskan ideologi Pancasila dan tujuan organisasi, bukan semata-mata kepada sosok pemimpin tertentu. Dengan demikian, pergantian figur dalam kepemimpinan tidak seharusnya mengubah komitmen kader terhadap nilai-nilai kebangsaan dan pengabdian kepada masyarakat.

David juga mengingatkan bahwa komitmen tersebut harus tercermin dalam setiap aktivitas sosial kemasyarakatan. Menurutnya, niat untuk mengabdi perlu diimbangi dengan tindakan yang tepat, komunikasi yang baik, serta sikap yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Jiddan Tanamkan Jiwa Patriotisme ke Generasi Muda

Terlebih, perkembangan media sosial membuat aktivitas organisasi semakin mudah menjadi perhatian publik. Karena itu, setiap kader dituntut menjaga perilaku dan cara berkomunikasi agar tidak memicu kesalahpahaman yang berpotensi merugikan masyarakat maupun mencoreng nama organisasi.

Untuk memperkuat peran tersebut, David menilai silaturahmi dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat perlu terus dijaga. Ia mendorong penguatan hubungan antara Pemuda Pancasila, Karang Taruna, dan unsur masyarakat lainnya melalui kegiatan rutin yang dapat menjadi sarana koordinasi sekaligus memperluas kontribusi sosial organisasi.

Melalui sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini, MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Lamongan berharap kader semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan. Lebih dari sekadar memahami ideologi, kader diharapkan mampu menunjukkan komitmen terhadap Pancasila melalui perilaku nyata, menjaga persatuan, serta mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.

Reporter: M. Yusuf Al Ghoni

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru