JAKARTA (Realita)- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meradang setelah dituding sempat mengikuti rapat bersama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah tersangka kasus penyadapan ilegal, hanya beberapa jam sebelum penangkapan.
āMerasa difitnah oleh pihak-pihak tertentu, Bahlil langsung mengeluarkan ultimatum keras. Ia menegaskan akan segera melayangkan somasi dengan tenggat waktu 3x24 jam serta membawa kasus pencemaran nama baik ini ke ranah hukum jika tuduhan tersebut tidak terbukti.
Baca juga: Dino Patti Djalal Tuding Komentar Jokowi Soal Listyo Sigit Sangat Lemah dan Normatif
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia murka dituding dirinya sempat ikut rapat dengan mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan tersangka lainnya terkait penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
Rapat itu disebut-sebut berlangsung sekitar tiga jam sebelum Listyo dijemput kepolisian dari rumahnya pada 2 November lalu.
Bahlil pun memberi ultimatum kepada pihak penyebar isu tersebut untuk membuktikan tuduhannya.
Ia juga menegaskan bakal melayangkan somasi dan memberi tenggat waktu 3x24 jam.
“Saya kasih waktu, saya habis pulang ini akan somasi orang-orang itu. Saya akan kasih waktu 3x24 jam lah, saya akan kasih somasi,” kata Bahlil saat berpidato dalam acara rapat kerja daerah (rakerda) DPD Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Apabila somasi tidak menemui hasil yang diharapkan, maka Bahlil akan menempuh langkah selanjutnya.
“Kalau tidak, ya negara kita adalah negara hukum, saya akan menempuh jalur hukum,” kata Bahlil disambut tepuk tangan para kader Golkar di ruangan.
Baca juga: Jimly Sebut Listyo Sangat Anti Masukan
Penyadapan yang dilakukan sejumlah jenderal Polri ini memang menjadi atensi publik. Berbagai isu liar pun mencuat, antara lain keterlibatan ketua umum partai politik dalam rangkain operasi penyadapan.
Dalam kasus ini Mabes Polri sudah menetapkan empat tersangka yaitu Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, Irjen Eko Hadi Santoso, dan Irjen Slamet Uliandi.
Bahlil menuturkan, mulanya tidak menggubris terkait isu adanya ketua umum bertemu dengan sejumlah jenderal tersebut.
Namun, ada pihak yang menyebut dirinyalah yang melakukan pertemuan tersebut.
Bahlil mengatakan, orang yang menuduh tersebut adalah seniornya.
"Senior saya juga, senior yang merasa paling pintar bicara, sering pakai kacamata orangnya, di podcast. Kalau memang itu diduga saya, buktikan. Saya akan somasi, dan proses secara hukum, karena ini berbahaya. Menurut saya tuduhan ini sama kuatnya dengan melakukan penyadapan," tegasnya.
Di balik munculnya tuduhan tersebut, Bahlil mendesak agar Polri segera mengusut tuntas terkait kasus dugaan penyadapan terhadap Prabowo.
"Saya minta kepada pihak kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka aja, jangan fitnah terus yang dibangun, diusut aja," katanya.tri
Editor : Redaksi