Kelangkaan Minyak Diduga Disengaja demi Muluskan Penundaan Pemilu

realita.co
Jerry Massie.

JAKARTA (Realita)- Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menduga kuat bahwa kelangkaan minyak goreng beberapa waktu yang lalu adalah bagian dari skenario dan desain dari pihak tertentu untuk menggoreng isu, salah satunya adalah proyek penundaan pemilu 2024.

“Jangan-jangan krisis minyak disengaja biar Indonesia gaduh dan ada alasan pengusung penundaan pemilu terjadi darurat nasional,” kata Jerry kepada Holopis, Munggu (20/3).

Baca juga: Pakar Politik Amerika: Tangkap Maduro, AS Bisa Raup Keuntungan 303 Miliar Barel Minyak

Minyak goreng menurut Jerry hanya bagian dari rentetan skenario khusus untuk penggalangan isu penundaan pemilu 2024.

Terlebih lagi, beberapa waktu yang lalu muncul ucapan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut bahwa ada 110 juta data pengguna sosial media menyetujui penundaan pemilu 2024.

Baca juga: Dasco Temui 3 Ketum Parpol, Pengamat: Agar Koalisi Tetap Solid untuk Prabowo 2 Periode

Data sebanyak itu menurut Luhut berasal dari Big Data, yang sampai saat ini tak kunjung biasa dibuktikan validitasnya.

“Mereka banyak menebar hoaks, contohnya Luhut Binsar Pandjaitan menyebut 110 juta menginginkan pemilu ditunda,” ujarnya.

Baca juga: Mau Indonesia Tetap Demokratis, Pertahankan Pilkada Langsung

Jerry pun mengatakan bahwa pemerintahan saat ini tengah disetir oleh oligarki tertentu, sehingga suara di parlemen dan istana pun saling bertentangan.

“Negara ini bukan milik LBP dan konco-konconya,” tegasnya.jr

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru