YERUSALEM- Pasukan keamanan Israel memukuli pelayat yang membawa peti mati jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh dari Rumah Sakit St Louis French menjelang pemakaman di Kota Tua, Yerusalem Timur, Jumat (13/5) waktu setempat.
Ribuan warga Palestina itu datang untuk menghadiri upacara pemakaman jurnalis yang ditembak pasukan Israel dalam serangan di Jenin, Tepi Barat, pada Rabu (11/5/2022) lalu.
Baca juga: Ayah dan Putranya Tewas Ditembak saat Jalan Kaki di Israel
Jurnalis Al Jazeera Imran Khan melaporkan, pasukan Israel menargetkan pelayat karena mereka tidak ingin orang-orang itu berjalan dengan peti mati Shireen.
Baca juga: Ratusan Tokoh Perfilman Dunia, termasuk Hollywood Kecam Israel
“Apa yang terjadi adalah ada beberapa kejadian saling dorong mendorong antara tentara Israel dan orang-orang yang ingin membawa jenazah Shireen ke gereja,” papar Khan.
Baca juga: AS Konfirmasi Skema Bantuan Gaza Lewat Kontraktor Keamanan Sipil
Imran Khan melaporkan bahwa pasukan Israel juga telah menangkap setidaknya empat pelayat, termasuk dua pria yang mengibarkan bendera Palestina. Pengibaran bendera Palestina dilarang di wilayah Yerusalem Timur yang diduduki.par
Editor : Redaksi