<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>realita.co - Aktual Terpercaya</title>
                <atom:link href="https://realita.co/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://realita.co/</link>
                <description>Update Informasi berita peristiwa terkini daerah Jawa Timur dan sekitarnya</description>
                <lastBuildDate>Thu, 30 Jul 2026 10:21:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://realita.co/</generator>
                <image>
                    <url>https://cdn.realita.co/content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>realita.co - Aktual Terpercaya</title>
                    <link>https://realita.co/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Hadirkan Jaminan Keandalan Pasokan Listrik Jelang HUT ke-81 RI, PLN UIT JBM Lakukan Pemeliharaan Gardu Induk di Berbagai]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-50004-hadirkan-jaminan-keandalan-pasokan-listrik-jelang-hut-ke-81-ri-pln-uit-jbm-lakukan-pemeliharaan-gardu-induk-di-berbagai</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-50004-hadirkan-jaminan-keandalan-pasokan-listrik-jelang-hut-ke-81-ri-pln-uit-jbm-lakukan-pemeliharaan-gardu-induk-di-berbagai</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 10:21:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA (Realita)- Jelang momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA (Realita)- </strong>Jelang momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melaksanakan berbagai kegiatan pemeliharaan yang tersebar di sejumlah Gardu Induk (GI) sebagai wujud komitmen PLN dalam menghadirkan pasokan listrik yang aman, andal, serta berkelanjutan bagi masyarakat.</p>
<p>Berbagai kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Transmisi di bawah naungan UIT JBM tersebut antara lain di GI 150 kV Nganjuk II, GI 150 kV Situbondo, GI 150 kV Bumicokro, GI 70 kV Caruban, GI 150 kV Segoromadu, GI 150 kV Paciran, serta GI 150 kV Kupang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif PLN untuk memastikan seluruh peralatan transmisi tetap berada dalam kondisi andal dan siap beroperasi. Pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala dilakukan guna mendeteksi potensi gangguan sejak dini, menjaga performa peralatan, serta mendukung kesinambungan penyaluran tenaga listrik di wilayah Jawa Timur.</p>
<p>Selain berfokus pada keandalan sistem, seluruh pekerjaan pemeliharaan dilaksanakan dengan mengedepankan implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten. Setiap tahapan pekerjaan diawali dengan briefing keselamatan (safety briefing), identifikasi potensi bahaya (hazard identification), penerapan Job Safety Analysis (JSA), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, serta pengawasan ketat terhadap kepatuhan prosedur kerja. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mewujudkan Zero Accident di setiap aktivitas operasi dan pemeliharaan instalasi ketenagalistrikan.</p>
<p>Ditemui di tempat terpisah, General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, menegaskan bahwa pemeliharaan ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan kebutuhan strategis untuk menjaga tingkat keandalan sistem kelistrikan yang tentunya dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip keselamatan kerja.</p>
<p>"Setiap pekerjaan harus memperhatikan dan menerapkan implementasi K3, karena tidak ada yang lebih berharga dari keselamatan pekerja itu sendiri. Selain memastikan kondisi peralatan tetap optimal, penerapan disiplin prosedur, budaya K3, serta kepatuhan terhadap SOP Keselamatan Ketenagalistrikan menjadi prioritas utama dalam setiap pekerjaan yang dilakukan di instalasi tegangan tinggi. Kami meyakini bahwa keandalan sistem hanya dapat terwujud apabila seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan mengutamakan aspek keselamatan tanpa kompromi," ujar Ika.</p>
<p>Lebih lanjut, Ika menambahkan bahwa semangat HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi seluruh insan PLN untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui keandalan infrastruktur kelistrikan yang didukung budaya kerja yang selamat, profesional, dan berintegritas.</p>
<p>"Dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, PLN UIT JBM terus memberikan kontribusi terbaik dalam menjaga keandalan sistem transmisi. Melalui pemeliharaan yang dilaksanakan secara disiplin, profesional, dan mengutamakan keselamatan kerja, kami berkomitmen menghadirkan penyaluran tenaga listrik yang aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Ika.</p>
<p>Semangat HUT ke-81 RI menjadi motivasi bagi seluruh insan PLN untuk terus berkarya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan mengedepankan keandalan sistem sekaligus budaya K3 sebagai nilai utama dalam setiap aktivitas operasional, PLN UIT JBM siap memastikan pasokan listrik tetap andal untuk mendukung seluruh rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan serta aktivitas masyarakat di Jawa Timur dan Bali. <strong>tyan</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/1001516257.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melaksanakan berbagai kegiatan pemeliharaan yang tersebar di sejumlah Gardu Induk (GI).]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Baru Tahu Tiket Tak Terdaftar di Bandara Juanda, Bos Travel Sumber Jaya Tour Divonis 1 Tahun 7 Bulan]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-50003-baru-tahu-tiket-tak-terdaftar-di-bandara-juanda-bos-travel-sumber-jaya-tour-divonis-1-tahun-7-bulan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-50003-baru-tahu-tiket-tak-terdaftar-di-bandara-juanda-bos-travel-sumber-jaya-tour-divonis-1-tahun-7-bulan</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 09:32:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SURABAYA (Realita)- Rencana liburan Peggy Stevi Kurniawati bersama keluarganya ke Jepang berakhir di Bandara Internasional Juanda. Lima tiket pesawat yang]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SURABAYA (Realita)- </strong>Rencana liburan Peggy Stevi Kurniawati bersama keluarganya ke Jepang berakhir di Bandara Internasional Juanda. Lima tiket pesawat yang telah dibeli melalui PT Sumber Jaya Tour ternyata tidak pernah tercatat dalam sistem maskapai. Kasus itu kemudian menyeret pemilik biro perjalanan tersebut, Leng Steven Santoso, ke meja hijau.</p>
<p>Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun 7 bulan kepada Leng Steven dalam sidang di Ruang Candra, Rabu, 29 Juli 2026.</p>
<p>Ketua Majelis Hakim Nur Kholis menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.</p>
<p>"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama 1 tahun dan 7 bulan, dikurangi masa penahanan yang telah dijalani," kata Nur Kholis saat membacakan amar putusan.</p>
<p>Vonis tersebut lebih ringan tiga bulan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Surabaya yang sebelumnya meminta majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 10 bulan.</p>
<p>Usai putusan dibacakan, Leng Steven menyatakan menerima putusan itu dan tidak mengajukan upaya hukum.</p>
<p>"Kami terima, Yang Mulia," ujar terdakwa di hadapan majelis hakim.</p>
<p>Perkara ini bermula ketika Peggy Stevi Kurniawati memesan lima tiket pesawat pulang-pergi rute Surabaya&ndash;Hong Kong&ndash;Tokyo melalui PT Sumber Jaya Tour untuk perjalanan wisata bersama keluarganya pada Maret 2025. Atas permintaan terdakwa, korban mentransfer uang sebesar Rp177.450.000 ke rekening atas nama Leng Steven dan kemudian menerima invoice serta dokumen tiket.</p>
<p>Namun, dua hari menjelang keberangkatan, korban mulai curiga setelah kode pemesanan tidak dapat digunakan untuk mengakses layanan maskapai, termasuk memilih kursi dan menu makanan.</p>
<p>Kecurigaan itu terbukti saat korban bersama empat anggota keluarganya tiba di Bandara Juanda pada 26 Maret 2025. Hasil pemeriksaan petugas maskapai menunjukkan tiket yang dibawa korban tidak pernah terdaftar dalam sistem penerbangan.</p>
<p>"Dari hasil pengecekan secara online maupun offline di bandara, tiket beserta kode pemesanan dan nama penumpang tidak ditemukan sehingga korban dan rombongan tidak dapat berangkat," demikian isi surat dakwaan jaksa.</p>
<p>Dalam persidangan terungkap, terdakwa sempat beralasan terjadi kesalahan input satu digit saat pemesanan tiket dan berjanji menyediakan tiket pengganti. Namun, janji tersebut tidak pernah direalisasikan.</p>
<p>Korban kemudian berulang kali meminta pengembalian dana, baik melalui komunikasi langsung maupun somasi. Hingga perkara bergulir ke pengadilan, uang sebesar Rp177.450.000 yang telah dibayarkan tidak pernah dikembalikan.</p>
<p>Merasa dirugikan, Peggy melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Surabaya. Laporan itu kemudian berlanjut ke tahap penyidikan, penuntutan, hingga berujung pada vonis pidana terhadap Leng Steven Santoso.<strong>yudhi</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/787172.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Terdakwa Leng Steven Santoso menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (29/7/2026). Foto: Yudik]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Guru Besar Al Azhar: Dukung Jaksa Agung Tegakkan Hukum Selamatkan Uang Negara]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-50002-guru-besar-al-azhar-dukung-jaksa-agung-tegakkan-hukum-selamatkan-uang-negara</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-50002-guru-besar-al-azhar-dukung-jaksa-agung-tegakkan-hukum-selamatkan-uang-negara</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 09:24:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JAKARTA (Realita) – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. Suparji Ahmad menilai kasus yang menyeret mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (Realita</strong>) &ndash; Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Prof. Suparji Ahmad menilai kasus yang menyeret mantan pejabat tinggi Kejaksaan Agung justru menjadi momentum bagi institusi untuk membuktikan komitmen pemberantasan korupsi secara profesional dan berintegritas.</p>
<p>Menurutnya, dalam perspektif hukum, pertanggungjawaban pidana bersifat individual, sehingga tidak tepat jika satu kasus individu dijadikan dasar untuk melemahkan kinerja kelembagaan.</p>
<p>"Kasus yang melibatkan mantan pejabat tinggi memang menjadi ujian. Tapi pertanggungjawaban pidana itu melekat pada individu, bukan institusi. Karena itu agenda pemberantasan korupsi tidak boleh dikendurkan. Penegakan hukum harus tetap konsisten, profesional, dan bebas dari intervensi," ungkap Prof. Suparji dalam keterangannya, Kamis (30/07/2026).</p>
<p>Prof. Suparji menekankan, ujian kepemimpinan justru terlihat saat organisasi menghadapi situasi tidak normal.&nbsp;</p>
<p>"Yang paling penting saat ini adalah menjaga stabilitas organisasi, independensi penanganan perkara, memperkuat pengawasan internal, dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai hukum acara. Kepemimpinan yang tenang, transparan, dan berbasis sistem akan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik," jelasnya.</p>
<p>Ia juga mengapresiasi kewenangan Jaksa Agung dalam melakukan penunjukan pejabat baru yakni Jampidsus Kuntadi untuk menjaga kesinambungan organisasi.&nbsp;</p>
<p>"Kepercayaan publik tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjabat, tetapi oleh integritas, profesionalisme, independensi, dan keberanian menegakkan hukum secara konsisten. Keberhasilan pemulihan kepercayaan sangat bergantung pada kinerja nyata Jampidsus yang baru," katanya.</p>
<p>Prof. Suparji mengingatkan agar publik tidak mencampuradukkan capaian institusi dengan dugaan pelanggaran oleh individu. Prestasi Kejaksaan harus diukur secara proporsional berdasarkan indikator yang terukur.</p>
<p>"Publik sebaiknya menilai dari konsistensi pemberantasan korupsi, kualitas penuntutan, pemulihan kerugian negara, keberhasilan asset recovery, serta kepatuhan terhadap due process of law. Penilaian objektif akan memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan terhadap institusi," tegasnya.</p>
<p>Ia mendorong evaluasi kelembagaan difokuskan pada penguatan sistem integritas, pengawasan internal, manajemen risiko, pengendalian konflik kepentingan, pola promosi dan mutasi berbasis integritas, serta peningkatan transparansi. Menurutnya, reformasi Kejaksaan harus lebih mengutamakan pencegahan daripada sekadar penindakan.</p>
<p>Lebih lanjut, Prof. Suparji menilai apabila krisis dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai prinsip negara hukum, maka justru akan memperkuat legitimasi Kejaksaan Agung di mata publik.</p>
<p>"Publik akan melihat bahwa institusi mampu melakukan koreksi internal tanpa menghentikan agenda pemberantasan korupsi," ujarnya.</p>
<p>Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk tetap memegang teguh nilai integritas, profesionalisme, dan independensi.</p>
<p>"Saya mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk tidak goyah. Jadikan hukum sebagai panglima. Bekerja tanpa pandang bulu dan utamakan kepentingan bangsa dan negara. Kepercayaan masyarakat dibangun dari konsistensi menjunjung keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan," pungkas Prof. Suparji. <strong>hrd</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/197523.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Jaksa Agung, Burhanudin.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bank Jatim - PCI Muslimat NU Hong Kong Kerja Sama Pemanfaatan Layanan Remitansi bagi PMI]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-50001-bank-jatim-pci-muslimat-nu-hong-kong-kerja-sama-pemanfaatan-layanan-remitansi-bagi-pmi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-50001-bank-jatim-pci-muslimat-nu-hong-kong-kerja-sama-pemanfaatan-layanan-remitansi-bagi-pmi</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 09:21:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[HONG KONG (Realita) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kemudahan layanan keuangan bagi]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>HONG KONG (Realita) </strong>- PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat komitmennya dalam memberikan kemudahan layanan keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank Jatim dan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI) Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong.&nbsp;</p>
<p>PKS tentang pemanfaatan layanan remitansi dalam agenda Gathering PMI tersebut ditandatangani Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo dan Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama Hong Kong Hj. Siti Fatimah Angelia pada Jumat (24/7/2026) di Hong Kong. Penandatanganan kerja sama ini disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.</p>
<p>Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan perempuan yang bersifat sosial keagamaan terbesar di Indonesia, memiliki jaringan keanggotaan yang luas hingga ke berbagai negara melalui Pimpinan Cabang Istimewa (PCI). Sebagian besar anggotanya merupakan PMI, sehingga organisasi ini menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan program literasi keuangan, sosialisasi layanan remitansi, serta pemberdayaan ekonomi bagi PMI.</p>
<p>Winardi menjelaskan, kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses layanan remitansi Bank Jatim bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong, khususnya para PMI dan anggota PCI Muslimat NU Hong Kong.</p>
<p>&ldquo;Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan layanan pengiriman dana yang aman, mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Di sisi lain, kerja sama ini juga menjadi upaya Bank Jatim untuk semakin dekat dengan komunitas PMI sebagai salah satu pilar penting penggerak perekonomian nasional," ujarnya.</p>
<p>Menurut Winardi, kerja sama tersebut bertujuan membangun kemitraan strategis antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong dalam mendukung optimalisasi pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim melalui berbagai kegiatan, mulai dari sosialisasi, edukasi, hingga promosi kepada para PMI dan anggota organisasi.</p>
<p>Selain memperluas pemanfaatan layanan remitansi, Bank Jatim juga ingin berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan bagi PMI. Hal tersebut dilakukan melalui penyediaan informasi mengenai layanan remitansi serta berbagai produk dan layanan perbankan Bank Jatim yang relevan dengan kebutuhan para pekerja migran.</p>
<p>"Harapannya, para PMI dapat semakin memahami pentingnya menggunakan layanan pengiriman dana yang resmi, aman, dan terpercaya. Dengan demikian, proses pengiriman dana dari Hong Kong kepada keluarga di Indonesia, khususnya di wilayah kerja Bank Jatim, dapat berlangsung lebih lancar melalui Money Transfer Operator (MTO) yang telah bekerja sama dengan Bank Jatim," tambahnya.</p>
<p>Winardi juga menegaskan, kelancaran pengiriman remitansi tidak hanya memberikan kemudahan transaksi keuangan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi PMI beserta keluarganya.</p>
<p>Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi identifikasi kebutuhan dan potensi pengembangan layanan remitansi Bank Jatim yang dapat mendukung kemudahan transaksi keuangan bagi PCI Muslimat NU di Hong Kong. Dalam implementasinya, PCI Muslimat NU Hong Kong akan berperan sebagai mitra sekaligus penggerak komunitas PMI untuk meningkatkan pemanfaatan layanan remitansi Bank Jatim.</p>
<p>Melalui sinergi ini, Bank Jatim optimis bahwa jangkauan layanan remitansi akan semakin luas sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Indonesia di Hong Kong. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Bank Jatim dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mendukung kesejahteraan PMI, serta memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi dari luar negeri.</p>
<p>Sebagai informasi, remitansi merupakan layanan pengiriman uang, umumnya dilakukan secara lintas negara. Layanan ini banyak dimanfaatkan oleh pekerja migran untuk mengirimkan penghasilannya kepada keluarga di tanah air, maupun oleh pelaku usaha untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi internasional.</p>
<p>Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Bank Jatim bersama PCI Muslimat NU Hong Kong. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memberikan perlindungan sekaligus memperluas akses layanan keuangan formal bagi PMI asal Indonesia, khususnya dari Jawa Timur.</p>
<p>"Kami menyambut baik sinergi antara Bank Jatim dan PCI Muslimat NU Hong Kong. Kehadiran layanan remitansi yang mudah, aman, dan terpercaya akan memberikan manfaat besar bagi para PMI dalam mengirimkan hasil kerja mereka kepada keluarga di Indonesia. Di sisi lain, edukasi keuangan yang menyertai kerja sama ini juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia di luar negeri," ujarnya.</p>
<p>Khofifah berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi model kemitraan yang terus dikembangkan sehingga mampu memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan PMI sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi arus remitansi.</p>
<p>Melalui kerja sama ini, Bank Jatim kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi layanan perbankan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, memperluas inklusi keuangan, serta memperkuat kontribusi perseroan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional.<strong>gan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/197519.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Dirut Bank Jatim Winardi Legowo dan Ketua PCI Muslimat NU Hong Kong Hj. Siti Fatimah Angelia tandatangani kerja sama dengan disaksikan Gubernur Jatim Khofifah.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Ekonomi Bisnis]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Pengawasan Ketenagakerjaan Harus Berbasis Risiko dan Preventif]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-50000-pengawasan-ketenagakerjaan-harus-berbasis-risiko-dan-preventif</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-50000-pengawasan-ketenagakerjaan-harus-berbasis-risiko-dan-preventif</guid>
                    <pubDate>Wed, 29 Jul 2026 23:57:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan transformasi pengawasan ketenagakerjaan diarahkan pada pengawasan berbasis risiko yang mengedepankan u]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &ndash; Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan transformasi pengawasan ketenagakerjaan diarahkan pada pengawasan berbasis risiko yang mengedepankan upaya preventif. Melalui pendekatan tersebut , pengawasan diharapkan semakin efektif dalam melindungi pekerja sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap norma ketenagakerjaan.</p>
<p>Hal itu disampaikan Menaker Yassierli pada peluncuran dan sosialisasi Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaan sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Pengawasan Ketenagakerjaan Indonesia di Jakarta, Senin (27/7/2026).</p>
<p>Menaker mengatakan, pengawasan ketenagakerjaan ke depan tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga memperkuat pencegahan melalui pemanfaatan data, teknologi, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.</p>
<p>Transformasi tersebut diawali dengan memperluas jangkauan pengawasan sekaligus memperkuat kapasitasnya. Upaya itu dilakukan dengan mengoptimalkan peran Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) sebagai mitra dalam deteksi dini dan pencegahan potensi persoalan ketenagakerjaan.</p>
<p>Selain itu, K emnaker juga memanfaatkan digitalisasi, surveillance, dan mekanisme self-assessment perusahaan sebagai instrumen pendukung pengawasan.</p>
<p>&ldquo;Pencegahan harus menjadi bagian utama dalam memastikan kepatuhan perusahaan terhadap norma ketenagakerjaan. Karena itu, kita perlu memperkuat instrumen pengawasan yang mampu membaca potensi risiko sejak awal,&rdquo; kata Menaker.</p>
<p>Menurut Menaker, pendekatan berbasis risiko menjadi kunci dalam menentukan prioritas pengawasan.</p>
<p>&ldquo;Ini kata kuncinya adalah berbasis risiko. Kesadaran ini sudah menjadi bagian penting dalam berbagai bidang, termasuk dalam pengelolaan pengawasan ketenagakerjaan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Untuk mendukung pendekatan tersebut, Kemnaker mengintegrasikan data keselamatan dan kesehatan kerja (K3), norma kerja, pengaduan, serta data BPJS Ketenagakerjaan guna memetakan risiko berdasarkan sektor dan wilayah.</p>
<p>&ldquo;Kita integrasikan data K3, norma kerja, pengaduan, dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memetakan risiko. Kita juga akan mendorong Balai K3 di dinas provinsi menjadi garda terdepan promotif dan preventif,&rdquo; ujar Menaker.</p>
<p>Ia menjelaskan, Balai K3 akan diperkuat agar mampu memetakan risiko di wilayahnya, termasuk isu norma kerja dan norma K3. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas pengawasan sekaligus mengarahkan intervensi pada sektor dan wilayah yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.</p>
<p>Menaker menambahkan, pengawasan berbasis risiko juga akan diperkuat melalui kolaborasi antara pengawas ketenagakerjaan dan Balai K3 dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada perusahaan.</p>
<p>&ldquo;Balai K3 harus menjadi ujung tombak Kemnaker dalam promotif dan preventif K3,&rdquo; tegas Menaker.</p>
<p>Lebih lanjut, Menaker menyampaikan penguatan pengawasan ketenagakerjaan juga membutuhkan sumber daya manusia pengawasan yang profesional dan berintegritas.</p>
<p>&ldquo;Regulasi sudah kita siapkan. Kita ingin pengawasan ketenagakerjaan semakin profesional, memiliki integritas, dan ma mpu memberikan dampak bagi terciptanya tempat kerja yang aman, sehat, dan produktif,&rdquo; ujarnya.hms</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/197348.png" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Foto: humas]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Menembus Terik Kedungadem: Saat Personel Satgas TMMD 129 Bojonegoro Merajut Harapan Mbah Samijan]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-49999-menembus-terik-kedungadem-saat-personel-satgas-tmmd-129-bojonegoro-merajut-harapan-mbah-samijan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-49999-menembus-terik-kedungadem-saat-personel-satgas-tmmd-129-bojonegoro-merajut-harapan-mbah-samijan</guid>
                    <pubDate>Wed, 29 Jul 2026 20:56:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BOJONEGORO (Realita) - Sinar matahari siang itu terasa begitu menyengat di atas langit Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;">BOJONEGORO (Realita) - Sinar matahari siang itu terasa begitu menyengat di atas langit Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.</span></p>
<p>Namun, gumpalan hawa panas yang membakar kulit tak sedikit pun menyurutkan langkah prajurit TNI. Di atas kerangka atap yang belum rampung, tawa tipis dan peluh beradu dengan derap kerja cepat.</p>
<p>Pada Selasa (28/7/2026), suasana di RT.013 RW.006 tampak berbeda. Sejumlah anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro sibuk bahu-membahu dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).</p>
<p>Salah satu rumah yang tengah dikebut pengerjaannya adalah milik Mbah Samijan (71), warga setempat yang sudah lama merindukan hunian yang kokoh dan aman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan kehati-hatian tinggi, para personel TNI memanjat dan menyusun genteng satu demi satu. Kerja sama yang padu terlihat jelas saat prajurit di bawah dengan sigap menyerahkan kepingan genteng kepada rekannya yang bersiaga di atap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak ada keluh, hanya komitmen agar atap penjelang hujan dan peneduh dari terik itu segera rampung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan bahwa percepatan pengerjaan peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) menjadi fokus utama timnya demi kenyamanan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Panas matahari bukan menjadi penghalang bagi anggota Satgas. Kami tetap bekerja maksimal agar seluruh sasaran RTLH dapat selesai tepat waktu dan hasilnya benar-benar bermanfaat bagi warga," ujar Lettu Ckm Purnomo dengan mantap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Mbah Samijan, pemandangan para prajurit berseragam loreng yang bekerja tanpa kenal lelah di atas rumahnya menghadirkan rasa haru yang mendalam.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengaku tak mampu menyembunyikan rasa syukur atas uluran tangan yang diterimanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Saya sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Meski cuaca sangat panas, mereka tetap semangat bekerja. Semoga semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas," tutur Samijan dengan suara bergetar menahan haru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui program TMMD ke-129 ini, TNI tidak sekadar merenovasi tembok bata ringan atau menyusun genteng tua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih dari itu, setiap helai keringat yang menetes di Desa Kesongo adalah bukti nyata hadirnya TNI di tengah kesulitan rakyat menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar jargon, melainkan ikatan nyata yang menghadirkan senyum dan harapan baru.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/1001294951.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Personel Satgas TMMD 129 Bojonegoro Merajut Harapan Mbah Samijan. Foto dok]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Arif Ardliyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Ukir Senyum Anak Desa Kesongo, Sisi Humanis Satgas TMMD 129 Bojonegoro Sentuh Hati Warga]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-49998-ukir-senyum-anak-desa-kesongo-sisi-humanis-satgas-tmmd-129-bojonegoro-sentuh-hati-warga</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-49998-ukir-senyum-anak-desa-kesongo-sisi-humanis-satgas-tmmd-129-bojonegoro-sentuh-hati-warga</guid>
                    <pubDate>Wed, 29 Jul 2026 20:54:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BOJONEGORO (Realita) – Di balik deru alat berat, paculan tanah, dan padatnya target pembangunan fisik, ada ruang-ruang kehangatan yang terus dirawat dalam p]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;">BOJONEGORO (Realita) &ndash; Di balik deru alat berat, paculan tanah, dan padatnya target pembangunan fisik, ada ruang-ruang kehangatan yang terus dirawat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.</span></p>
<p>Lebih dari sekadar membangun akses fisik, para prajurit TNI juga aktif merajut benang-benang keakraban dengan warga, tak terkecuali generasi muda dan anak-anak desa.</p>
<p>Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai sela-sela kegiatan TMMD di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (28/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat jarum jam menunjukkan waktu istirahat, beberapa anak kecil berkaus olahraga biru tampak tanpa ragu menghampiri personel Satgas TMMD.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketakutan yang biasanya menyelimuti anak-anak saat melihat seragam loreng lelap seketika, berganti dengan rasa penasaran dan senyum sumringah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gelak tawa pecah ketika salah satu anggota Satgas, Prada Paschal Richar Imanuel Mana'o, merunduk dan menyapa mereka dengan ramah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di bawah peneduh pendopo desa, ia bercengkerama, mengajak mereka berbincang ringan, dan mendengarkan celoteh polos anak-anak tersebut dengan penuh perhatian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Momen sederhana itu tak ayal menjadi pemandangan indah yang mencuri perhatian warga sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Prada Paschal Richar Imanuel Mana'o mengaku rasa lelah akibat peluh dan kerja keras seharian membangun infrastruktur serasa sirnah saat berinteraksi dengan anak-anak Desa Kesongo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi dirinya, kepolosan dan keceriaan mereka adalah "suplemen" penambah semangat yang tiada tanding.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Senang sekali bisa bermain dan mengobrol bersama adik-adik di sini. Mereka sangat ramah, penuh semangat, dan selalu menyambut kami dengan senyuman hangat. Momen seperti ini membuat kami merasa semakin dekat dan menyatu dengan masyarakat," tutur Prada Paschal dengan wajah berbinar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, interaksi manis ini diharapkan dapat menjadi kenangan membekas bagi anak-anak desa menanamkan ingatan bahwa TNI adalah pengayom dan bagian dari keluarga besar mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, pendekatan humanis merupakan fondasi penting dalam setiap pelaksanaan TMMD.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keberhasilan TMMD tidak semata-mata diukur dari berapa kilometer jalan yang dicor atau berapa unit rumah yang direnovasi, melainkan dari seberapa dalam kemanunggalan itu terpatri di hati rakyat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kami ingin masyarakat merasakan langsung bahwa kehadiran TNI bukan hanya untuk membangun infrastruktur fisik, tetapi juga hadir sebagai saudara dan bagian dari keluarga besar mereka," ungkap Lettu Ckm Purnomo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, interaksi wajar dan alami di lapangan menjadi sarana ampuh merawat kebersamaan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia diharapkan tumbuh kian subur lewat kedekatan emosional seperti ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Bermain dan menyapa anak-anak adalah bentuk kepedulian tulus, sekaligus upaya kita menanamkan kedekatan emosional serta rasa cinta tanah air sejak dini," pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui tawa polos anak-anak dan kehangatan yang tercipta di Desa Kesongo, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro membuktikan bahwa pengabdian terbaik seorang prajurit tidak hanya diukir di atas semen dan batu, tetapi juga dipahat indah dalam sanubari warga.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/1001294937.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Sisi Humanis Satgas TMMD 129 Bojonegoro Sentuh Hati Warga. Foto dok]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Arif Ardliyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Mengukir Asa di Kesongo: Sinergi Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Bangun Drainase 330 Meter Bebas Genangan]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-49997-mengukir-asa-di-kesongo-sinergi-satgas-tmmd-129-bojonegoro-dan-warga-bangun-drainase-330-meter-bebas-genangan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-49997-mengukir-asa-di-kesongo-sinergi-satgas-tmmd-129-bojonegoro-dan-warga-bangun-drainase-330-meter-bebas-genangan</guid>
                    <pubDate>Wed, 29 Jul 2026 20:52:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BOJONEGORO (Realita) - Di bawah sengatan terik matahari Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, deru mesin ekskavator berpadu harmonis dengan derap]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;">BOJONEGORO (Realita) - Di bawah sengatan terik matahari Dusun Krebet, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, deru mesin ekskavator berpadu harmonis dengan derap langkah prajurit TNI dan warga setempat.</span></p>
<p>Tanpa sekat, seragam loreng dan pakaian kerja sederhana warga menyatu dalam helat gotong royong memindahkan kayu, meratakan tanah, serta menyusun struktur saluran drainase sepanjang 330 meter.</p>
<p>Aksi nyata tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.</p>
<p>Pembangunan drainase di Dusun Krebet Desa Kesongo ini menjadi salah satu sasaran fisik prioritas yang dinantikan warga setempat.</p>
<p><span style="font-size: 1.1rem;">Selama bertahun-tahun, setiap kali musim hujan tiba dengan curah yang tinggi, saluran air lama yang tidak memadai kerap tak mampu menampung debit air. Akibatnya, air meluap dan menggenangi pemukiman serta akses jalan warga.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Genangan air ini tak hanya melumpuhkan mobilitas harian masyarakat, tetapi juga mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan berpotensi memicu masalah kesehatan lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini, melalui kehadiran Satgas TMMD, persoalan klasik pedesaan tersebut ditangani secara bertahap dan terukur melalui pembangunan drainase permanen yang laik serta berfungsi optimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas realisasi pembangunan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, drainase ini bukan sekadar bangunan semen, melainkan solusi atas harapan panjang warganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Pembangunan drainase ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami berharap setelah selesai nanti aliran air menjadi lebih lancar, lingkungan semakin bersih, dan potensi genangan saat musim hujan dapat diminimalkan," ujar Kusnadi dengan wajah optimis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehadiran prajurit TNI di tengah-tengah desa membawa aura positif dan semangat baru. Sementara alat berat ekskavator membuka jalur drainase, para prajurit dan warga tampak bahu-membahu menyiapkan material dengan penuh keakraban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, menegaskan, seluruh sasaran fisik TMMD dirancang berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Pembangunan drainase ini menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko genangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," jelas Lettu Ckm Purnomo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, keterlibatan aktif warga menjadi kunci utama kesuksesan program ini. Kehadiran Satgas TMMD bukan hanya untuk menyelesaikan proyek fisik, melainkan juga untuk memelihara nilai-nilai luhur kemanunggalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Seluruh personel Satgas TMMD terus bekerja bersama masyarakat dengan semangat gotong royong agar seluruh sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Desa Kesongo," pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui sinergi yang kokoh antara TNI, Pemerintah Desa, dan masyarakat, TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro tidak sekadar menghadirkan fisik bangunan baru, tetapi juga menyemai kembali budaya kebersamaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan hadirnya drainase sepanjang 330 meter ini, Dusun Krebet di Desa Kesongo kini bersiap menyambut musim hujan tanpa rasa cemas melangkah mantap menuju desa yang lebih maju, bersih, sehat, dan berkelanjutan.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/1001294927.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Sinergi Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Bangun Drainase 330 Meter Bebas Genangan. Foto dok]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Arif Ardliyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[TMMD 129 Bojonegoro: Membangun Jalan, Memperkuat Jiwa, Mengedukasi Warga Hadapi Bencana]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-49996-tmmd-129-bojonegoro-membangun-jalan-memperkuat-jiwa-mengedukasi-warga-hadapi-bencana</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-49996-tmmd-129-bojonegoro-membangun-jalan-memperkuat-jiwa-mengedukasi-warga-hadapi-bencana</guid>
                    <pubDate>Wed, 29 Jul 2026 20:50:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BOJONEGORO (Realita) - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, membuktikan bahwa pembangunan bukan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;">BOJONEGORO (Realita) - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026 di Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, membuktikan bahwa pembangunan bukan sekadar urusan semen dan batu.</span></p>
<p>Di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, semangat TMMD mengalir ke ranah non-fisik, menyentuh kebutuhan paling dasar masyarakat: keamanan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.</p>
<p>Hal ini terwujud nyata dalam Sosialisasi Kebencanaan yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro pada Selasa (28/7/2026), sebagai bagian integral dari TMMD ke-129 yang mengusung tema visioner, "Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa."</p>
<p>Pertemuan ini bukan sekadar diskusi teoretis di balik meja. Ia adalah ruang hidup di mana perangkat desa, anggota Linmas, dan tokoh masyarakat Desa Kesongo berkumpul untuk menyerap ilmu bertahan hidup dan menyelamatkan sesama.</p>
<p>Di tengah kerentanan wilayah Bojonegoro yang akrab dengan aliran Bengawan Solo (potensi banjir), ancaman tanah longsor di wilayah selatan, hingga risiko non-alam di kawasan industri migas, edukasi kebencanaan menjadi oase pengetahuan yang vital.</p>
<p><span style="font-size: 1.1rem;">Peserta dibekali strategi mitigasi, taktik penyelamatan, dan yang terpenting: mentalitas siaga.</span></p>
<p>Ginuk Karniati, Kasubbag Umum dan Kepegawaian BPBD Bojonegoro, yang hadir mewakili Kalaksa Heru Wicaksi, menekankan sisi humanis dari kegiatan ini.</p>
<p>Baginya, tujuan utamanya adalah menanamkan pemahaman dini agar masyarakat tidak hanya pasrah, tetapi mampu bertindak cerdas saat musibah datang.</p>
<p>"Ilmu ini bukan hanya untuk diri sendiri. Saat bencana datang, warga tidak boleh panik. Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan diri, tapi juga berani mengulurkan tangan membantu orang lain. Inilah bekal berharga yang ingin kami berikan," tegas Ginuk, menggugah semangat kebersamaan.</p>
<p>BPBD, sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah, bersama BNPB di tingkat nasional, memaparkan spektrum bencana yang luas bukan sekadar banjir dan longsor, tapi juga kejadian non-alam serta sosial yang berpotensi melumpuhkan sendi-sendi kehidupan.</p>
<p>Ginuk membedakan "bencana" dari "musibah" berdasarkan skala dampak, kerugian, dan perlunya penanganan terpadu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat Desa Kesongo diajak memahami tiga tahapan krusial manajemen bencana: Pra-Bencana (Pencegahan & Kesiapsiagaan), Langkah preventif melalui edukasi (seperti sosialisasi ini), pencegahan fisik (pembangunan tanggul), hingga pembentukan Desa Tangguh Bencana untuk memperkuat ketahanan lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat Bencana (Tanggap Darurat), Prioritas mutlak adalah menyelamatkan jiwa. Evakuasi cepat ke lokasi aman, pemenuhan kebutuhan dasar korban, dan koordinasi terpadu antarunsur menjadi kunci.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pasca-Bencana (Pemulihan), Rehabilitasi dan rekonstruksi bersama lintas sektor untuk memulihkan kondisi agar kehidupan kembali berjalan normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski bencana alam tak bisa dicegah, dampaknya bisa diminimalisir dengan kesiapsiagaan. Ginuk juga menegaskan komitmen BPBD untuk respons cepat. Warga diminta tidak ragu melaporkan kejadian secepatnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Segera hubungi BPBD. Tidak perlu menunggu urusan administrasi rampung. Yang utama bagi kami adalah menerima informasi awal agar tim bisa langsung bergerak ke lokasi," ujarnya dengan nada yang memberi keyakinan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya itu, BPBD juga menyinggung peran nyata lainnya, seperti distribusi air bersih saat kemarau untuk kebutuhan domestik (bukan irigasi) dan bantuan stimulan untuk perbaikan rumah terdampak bencana sesuai tingkat kerusakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari sudut pandang Satgas TMMD, sosialisasi kebencanaan ini adalah wujud nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Lettu Ckm Purnomo, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, menyatakan bahwa pembangunan desa harus holistik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kualitas sumber daya manusia sama pentingnya dengan jalan atau infrastruktur fisik lainnya. Masyarakat Desa Kesongo harus semakin mandiri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kami harap materi hari ini diikuti dengan sungguh-sungguh agar mereka mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungannya," harapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Respons hangat datang dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Ia mengapresiasi tinggi kolaborasi BPBD dan TMMD yang menghadirkan edukasi tepat guna bagi warganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, materi ini sangat relevan dengan realita Desa Kesongo yang rentan kekeringan, angin puting beliung, bahkan kebakaran saat kemarau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kami berterima kasih. Melalui kegiatan ini, warga kami mendapatkan pengetahuan baru yang benar dalam menghadapi bencana. Harapannya, kesiapsiagaan seluruh warga desa akan meningkat secara signifikan," pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo menjadi cermin inspiratif bahwa untuk membangun masa depan desa yang lebih baik, kita tidak hanya membutuhkan infrastruktur yang kokoh, tetapi juga jiwa-jiwa masyarakat yang tangguh dan teredukasi untuk saling menjaga satu sama lain, terutama saat alam menunjukkan kekuatannya.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/1001294918.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[TMMD 129 Bojonegoro membangun Jalan, Memperkuat Jiwa, Mengedukasi Warga Hadapi Bencana. Foto dok]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Arif Ardliyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Di Balik Peluh Membangun Desa: Kala Tensimeter Bekerja di TMMD 129 Bojonegoro]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-49995-di-balik-peluh-membangun-desa-kala-tensimeter-bekerja-di-tmmd-129-bojonegoro</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-49995-di-balik-peluh-membangun-desa-kala-tensimeter-bekerja-di-tmmd-129-bojonegoro</guid>
                    <pubDate>Wed, 29 Jul 2026 20:48:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[BOJONEGORO (Realita) - Di bawah terik matahari yang menyengat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, deru mesin dan cangkul anggota TNI]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;">BOJONEGORO (Realita) - Di bawah terik matahari yang menyengat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, deru mesin dan cangkul anggota TNI terus beradu demi menuntaskan sasaran fisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 tahun 2026.</span></p>
<p>Namun, di balik otot yang bekerja keras membangun desa, ada satu hal yang tidak boleh terabaikan yakni kondisi fisik para prajurit itu sendiri.</p>
<p>Menyadari pentingnya menjaga stamina pasukan pengabdi rakyat ini, Tim Kesehatan Satgas TMMD menggelar pemeriksaan kesehatan rutin di Posko II Dusun Kedungpandan, Desa Kesongo, Selasa (28/7/2026).</p>
<p>Di teras rumah warga yang sederhana, beralaskan kursi bambu, Praka Andi Aprianto, petugas kesehatan Satgas TMMD dengan telaten memeriksa satu per satu rekannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengenakan rompi hijau dengan lambang palang merah di dada, ia cermat memompa tensimeter manual dan menyimak denyut nadi prajurit di sebelahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umum, tensi darah, hingga ruang konsultasi santai mengenai keluhan fisik ringan yang dirasakan para prajurit setelah seharian bergelut dengan lumpur dan semen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Setiap prajurit harus dipastikan dalam kondisi sehat, agar dapat melaksanakan tugas dengan maksimal. Dengan pemeriksaan rutin ini, jika ada keluhan kesehatan dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu pelaksanaan program TMMD," ujar Praka Aprianto dengan penuh dedikasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah preventif ini menjadi kunci vital, agar deteksi dini gangguan kesehatan bisa dilakukan sebelum berakibat fatal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pasalnya, beban kerja fisik dalam kegiatan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo ini cukup berat dan membutuhkan daya tahan tubuh yang prima.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suasana pemeriksaan pun terasa hangat dan humanis. Sentuhan perhatian medis di tengah lapangan ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan bentuk kepedulian antar-sejawat agar semangat pengabdian membangun desa tidak padam terhalang sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kondisi fisik dan mental personel yang senantiasa terjaga optimal, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro optimistis seluruh target baik sasaran fisik maupun nonfisik program TMMD di Desa Kesongo dapat rampung tepat waktu, membawa senyum dan manfaat luas bagi masyarakat setempat.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202607/1001294916.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kala Tensimeter Bekerja di TMMD 129 Bojonegoro. Foto dok]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Arif Ardliyanto]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category></item></channel></rss>