<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>realita.co - Aktual Terpercaya</title>
                <atom:link href="https://realita.co/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://realita.co/</link>
                <description>Update Informasi berita peristiwa terkini daerah Jawa Timur dan sekitarnya</description>
                <lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 17:22:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://realita.co/</generator>
                <image>
                    <url>https://cdn.realita.co/content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>realita.co - Aktual Terpercaya</title>
                    <link>https://realita.co/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Cemburu dengan Suami, Bumil Nekat Gantung Diri]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48280-cemburu-dengan-suami-bumil-nekat-gantung-diri</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48280-cemburu-dengan-suami-bumil-nekat-gantung-diri</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 17:22:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[WARGA Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat digegerkan oleh  peristiwa tragis pada Jumat (3/4/2026) sore.
Seorang wanita ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WARGA</strong> Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat digegerkan oleh &nbsp;peristiwa tragis pada Jumat (3/4/2026) sore.</p>
<p>Seorang wanita cantik bernama Ani (25) ditemukan meninggal dunia dalam &nbsp;kondisi gantung diri di sebuah rumah kontrakan. Mirisnya saat gantung diri Ani dalam kondisi berbadan dua atau hamil sekitar 4 bulan. Ani baru sekitar satu bulan tinggal di rumah tersebut bersama suaminya.</p>
<p>Korban pertama kali ditemukan warga setelah menaruh curiga. Sejak siang, ia tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya. Warga kemudian berinisiatif mengecek.</p>
<p>Tak disangka, korban ditemukan tergantung. Kejadian itu langsung dilaporkan ke &nbsp;pihak kepolisian. Tak lama, anggota Polsek Sungai Raya tiba di lokasi.</p>
<p>Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara &nbsp;(TKP), meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi korban. Kapolsek Sungai Raya, AKP Hariyanto, mengatakan dari hasil &nbsp;penyelidikan sementara, korban diduga sempat terlibat pertengkaran dengan suaminya pada pagi hari sebelum kejadian. &nbsp;</p>
<p>Korban diduga cemburu dengan suaminya karena memiliki WIL (Wanita Idaman Lain) dan masalah ekonomi.</p>
<p>Setelah itu, korban tinggal seorang diri di kontrakan hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia.</p>
<p>Penyelidikan dilakukan &nbsp;untuk memastikan penyebab pasti kematian. Dugaan awal mengarah pada bunuh diri. Saat ditemukan, Ani yang &nbsp;mengenakan gaun atau dress warna merah tua dan hitam itu lidahnya tergigit, tangan mengepal, ada ceceran tinja dan &nbsp;lendir dari kemaluannya.</p>
<p>Ani gantung diri dengan melilitkan jilbab pashmina panjang ke langit-langit dan lehernya. Ada kursi &nbsp;kecil yang ditendang di dekat kakinya.</p>
<p>Sebelum gantung diri, korban sempat berdandan dan mengirim pesan permintaan &nbsp;maaf ke keluarganya. Korban juga mengaku ingin membawa anak yang sedang dikandungnya itu ke surga bersama.&nbsp;</p>
<p>Pemilik kontrakan, Muhammad, mengaku beberapa kali mendengar korban dan suaminya bertengkar.</p>
<p>&ldquo;Baru sekitar satu &nbsp;bulan tinggal di sini. Memang sering terdengar cekcok,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Informasi yang dihimpun, suami korban bekerja sebagai &nbsp;teknisi sekaligus penjaga eskalator di salah satu pusat perbelanjaan di Pontianak. Jenazah korban sempat dibawa ke rumah &nbsp;sakit untuk keperluan visum.</p>
<p>Namun, pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi. Jenazah sudah diambil keluarga untuk dimakamkan.<strong>yu</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/1000662495.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Korban semasa hidup.  Foto: Dok pribadi]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bumbu Paten dan SOP Modern, Kunci Soto Podjok Kediri Bertahan Sejak 1926]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48279-bumbu-paten-dan-sop-modern-kunci-soto-podjok-kediri-bertahan-sejak-1926</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48279-bumbu-paten-dan-sop-modern-kunci-soto-podjok-kediri-bertahan-sejak-1926</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 16:24:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[KEDIRI (Realita) - Di saat banyak tempat makan berlomba masuk tren dan viral di media sosial, Soto Podjok di Jalan Dhoho justru berjalan dengan ritmenya]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI (Realita) -</strong> Di saat banyak tempat makan berlomba masuk tren dan viral di media sosial, Soto Podjok di Jalan Dhoho justru berjalan dengan ritmenya sendiri. Tidak ramai sensasi, tapi nyaris tak pernah sepi bahkan sejak hampir satu abad lalu.</p>
<p>Didirikan pada 1926, warung soto ini kini telah memasuki generasi keempat. Dari Mbah Aminah sebagai perintis, dilanjutkan Mbah Rah, kemudian Rumiani Rahardjo, hingga kini dikelola oleh Nara Asoka Amijaya.</p>
<p>&ldquo;Pasti ada tantangan, karena tiap generasi beda zaman dan beda cara melayani pelanggan. Tapi yang penting kita harus tetap adaptif,&rdquo; ujar Nara.</p>
<p>Ia menyadari, tren kuliner viral bisa mendatangkan lonjakan pembeli dalam waktu singkat. Namun, ia memilih tidak memaksakan diri mengikuti arus tersebut dan tetap berpegang pada kekuatan utama: rasa dan pelayanan.</p>
<p>&ldquo;Kalau mengejar viral, soto mau diapakan juga terbatas. Yang penting kualitas dan pelayanan dijaga supaya pelanggan bisa repeat order,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Konsistensi itu dijaga melalui resep bumbu turun-temurun yang telah menjadi paten keluarga. Bahkan, bumbu diproduksi dalam jumlah besar untuk stok hingga enam bulan agar cita rasa tetap terjaga. &ldquo;Bumbu itu kunci. Kalau inti rasanya sudah beres, ke depannya akan ikut beres,&rdquo; kata Nara.</p>
<p>Perjalanan Soto Podjok bermula dari jualan keliling sebelum akhirnya menetap di kawasan Jalan Dhoho sekitar tahun 1960-an. &ldquo;Dulu masih keliling, baru menetap di sini sekitar tahun 60-an. Nama Soto Podjok juga dari posisi tempat yang ada di pojok,&rdquo; ungkapnya. Bahkan, plang bertuliskan Soto Podjok yang merupakan bawaan sejak awal berdiri masih tetap terpasang di pintu depan dan dirawat melalui peremajaan.</p>
<p>Kini, pelanggan datang dari berbagai usia, dari anak-anak hingga lansia.</p>
<p>&ldquo;Dari balita sampai lansia ada. Bahkan ada yang bilang anaknya yang susah makan justru suka soto di sini,&rdquo; tambah Nara. Di tengah tren kuliner yang datang dan pergi, Soto Podjok memilih tetap menjaga rasa dan dari situlah ia bertahan.<strong>nia</strong></p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/148728.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Soto Podjok di Jalan Dhoho. Foto: Tania]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Nasional]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Singgahnya HDCI di FEDE Perkuat Padel Kediri sebagai Destinasi Sport-Tourism]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48278-singgahnya-hdci-di-fede-perkuat-padel-kediri-sebagai-destinasi-sport-tourism</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48278-singgahnya-hdci-di-fede-perkuat-padel-kediri-sebagai-destinasi-sport-tourism</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 14:54:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[KEDIRI (Realita) - Kunjungan komunitas motor gede Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) ke FEDE Padel Club, Sabtu (18/4/2026), menjadi momentum penguatan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI (Realita) -</strong> Kunjungan komunitas motor gede Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) ke FEDE Padel Club, Sabtu (18/4/2026), menjadi momentum penguatan posisi olahraga padel sebagai bagian dari pengembangan sport-tourism di Kota Kediri.</p>
<p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin HDCI Surabaya di bawah naungan HDCI Jawa Timur. Selain sebagai family gathering, kegiatan riding ini juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi antar pengurus cabang (pengcap) di seluruh Jawa Timur.</p>
<p>Wakil Ketua Umum HDCI, Tomy Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan touring seperti ini rutin digelar 4 hingga 5 kali dalam setahun dengan mengunjungi berbagai daerah.</p>
<p>&ldquo;Selain riding, ini juga bagian dari silaturahmi dengan pengcap di Jawa Timur. Hari ini dari Surabaya ada sekitar 65 rider,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Rombongan HDCI memilih FEDE sebagai titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung melalui Jalur Lintas Selatan (JLS). Lokasi tersebut dinilai representatif karena memiliki area yang luas serta fasilitas parkir yang memadai untuk menampung motor berkapasitas besar.</p>
<p>&ldquo;Tempatnya cukup luas dan nyaman untuk beristirahat. Setelah ini kami akan bergabung dengan rekan-rekan HDCI Kediri dan melanjutkan perjalanan ke Tulungagung,&rdquo; imbuhnya.</p>
<p>Ia menambahkan, touring ini juga sekaligus menjadi ajang mengajak anggota HDCI di berbagai daerah untuk berpartisipasi dalam peringatan hari ulang tahun ke-36 HDCI. Dalam rangkaian perayaan tersebut, akan digelar turnamen padel di Surabaya yang terbuka untuk kelas internal HDCI maupun umum.</p>
<p>Sementara itu, Owner FEDE Padel Club, Sam Sonata Hermawan, menilai kunjungan HDCI menjadi sinyal positif terhadap perkembangan olahraga padel di Kediri yang kian diminati masyarakat.</p>
<p>Menurutnya, padel memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata olahraga di Kota Kediri, sejalan dengan konsep sport-tourism yang tengah didorong pemerintah daerah.</p>
<p>&ldquo;Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Tingkat okupansi lapangan saat ini mencapai 70 hingga 80 persen, dan sekitar 30 persen di antaranya adalah pemain baru yang baru pertama kali mencoba,&rdquo; jelasnya.</p>
<p>Ia juga menyebut, tren tersebut didukung dengan kemudahan akses dan biaya yang relatif terjangkau. Dengan tarif sewa lapangan sekitar Rp125 ribu per jam, biaya per orang bisa ditekan menjadi sekitar Rp25 ribu jika dimainkan secara berkelompok.</p>
<p>Ke depan, FEDE juga akan menjadi pusat pengembangan padel di Kediri melalui pembentukan akademi usia dini hingga remaja. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi ajang olahraga seperti Porprov hingga PON 2028.</p>
<p>Dalam waktu dekat, FEDE akan menggelar grand opening sekaligus turnamen padel pada 1 Mei mendatang. Kegiatan ini ditargetkan diikuti puluhan hingga ratusan tim dari berbagai daerah.</p>
<p>Dengan meningkatnya minat masyarakat dan mulai diliriknya fasilitas padel oleh komunitas nasional seperti HDCI, Kediri dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi sport-tourism baru di Jawa Timur.<strong>nia</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/148703.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kunjungan komunitas motor gede Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) ke FEDE Padel Club, Sabtu (18/4/2026).  Foto: Tania]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Nasional]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Wanita di Garut Berpura-pura ODGJ saat Kepergok Mencuri]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48277-wanita-di-garut-berpura-pura-odgj-saat-kepergok-mencuri</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48277-wanita-di-garut-berpura-pura-odgj-saat-kepergok-mencuri</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 13:28:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[AKSI pencurian terjadi di wilayah Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan menjadi viral di media sosial.
Seorang wanita diduga melakukan pencurian di]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>AKSI</strong> pencurian terjadi di wilayah Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dan menjadi viral di media sosial.</p>
<p>Seorang wanita diduga melakukan pencurian di sebuah toko, namun aksinya dipergoki langsung oleh pemilik.</p>
<p>Saat ketahuan, pelaku justru melakukan tindakan tak biasa dengan berpura-pura seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) untuk menghindari kecurigaan.</p>
<p>Perilaku pelaku yang dianggap tidak wajar tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar dan terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial.</p>
<p>Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku maupun tindak lanjut dari pihak berwajib. Peristiwa ini pun menuai beragam reaksi dari masyarakat<strong>.ji</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/1000662159.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Aksi pelaku yang terekam CCTV.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Macetnya terlalu Parah, Pemerintah Pusat Bakal Turun Tangan dengan Bangun Flyover di Gedangan Sidoarjo]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48276-macetnya-terlalu-parah-pemerintah-pusat-bakal-turun-tangan-dengan-bangun-flyover-di-gedangan-sidoarjo</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48276-macetnya-terlalu-parah-pemerintah-pusat-bakal-turun-tangan-dengan-bangun-flyover-di-gedangan-sidoarjo</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 12:32:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[SIDOARJO (Realita)- Kemacetan di perempatan Gedangan bukanlah fenomena yang baru. Terutama bagi mereka yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo dan Kota]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>SIDOARJO (Realita)- </strong>Kemacetan di perempatan Gedangan bukanlah fenomena yang baru. Terutama bagi mereka yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo dan Kota Surabaya.</p>
<p>Kemacetan ini seakan menjadi penyakit kronis yang hampir mustahil disembuhkan di 'tubuh' perbatasan Sidoarjo-Surabaya</p>
<p>Kemacetan yang berlangsung puluhan tahun ini mendapat tanggapan dari Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur, Adam Rusydi.</p>
<p>Ia mengatakan, jika bicara soal kemacetan, pihaknya harus melakukan koordinasi lintas wilayah terlebih dahulu. Karena ada beberapa wilayah yang menjadi kewenangan Pemkab Sidoarjo.</p>
<p>"Komunikasi antar <em>stakeholder</em> ini harus segera dilakukan, Karena eksekutif (Pemkab Sidoarjo) yang memiliki wilayah," ujar Adam, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Adam menambahkan, pihaknya juga akan kordinasi&nbsp; dengan DLLAJ (Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan), dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub). Karena untuk mengatur arus lalu lintas di daerah tersebut, adalah wewenang Dishub.</p>
<p>Ia menambahkan jika pemerintah pusat segera membangun flyover di Gedangan, Sidoarjo.</p>
<p>"Saya mendengar jika Pemerintah Pusat sudah siap mengucurkan anggaran pembuatan fly over. Tinggal bagaimana kesiapan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menangkap program untuk pembangunan yang ada di wilayah kecamatan Gedangan," tutup Adam.<strong>bay</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/148627.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Adam Rusydi. Foto: FB @Adam Rusydi]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category><category><![CDATA[Nasional]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Jasad Bayi Dalam Kresek Merah Mengambang di Sungai Cipurut]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48275-jasad-bayi-dalam-kresek-merah-mengambang-di-sungai-cipurut</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48275-jasad-bayi-dalam-kresek-merah-mengambang-di-sungai-cipurut</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 12:21:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[WARGA Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di aliran Sungai]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>WARGA</strong> Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki di aliran Sungai Cipurut, Selasa (14/4/2026) sore.</p>
<p>Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada pihak Kepolisian Sektor Dayeuhkolot sekitar pukul 15.30 WIB.&nbsp;</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.</p>
<p>Petugas menemukan jasad bayi di aliran sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan pemeriksaan, jasad diperkirakan telah meninggal sekitar tiga hingga empat hari, terlihat dari kondisi tubuh yang membengkak, mulai membusuk, serta masih terdapat tali pusar yang menempel.</p>
<p>Hingga saat ini identitas bayi masih belum diketahui.&nbsp;</p>
<p>Guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut, jasad bayi telah dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung, untuk dilakukan proses autopsi.<strong>kus</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/1000662099.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Warga saat mengevakuasi korban. Foto: Ono]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dokter Tifa Tak Percaya Gelar Rismon Palsu]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48274-dokter-tifa-tak-percaya-gelar-rismon-palsu</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48274-dokter-tifa-tak-percaya-gelar-rismon-palsu</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 11:53:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JAKARTA (Realita) - Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa dokter Tifa yang merupakan bagian kubu Roy Suryo mengungkapkan akan berkunjung ke Yamaguchi University]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (Realita) - Tifauzia Tyassuma atau akrab disapa dokter Tifa yang merupakan bagian kubu Roy Suryo mengungkapkan akan berkunjung ke Yamaguchi University Jepang dan Universitas Mataram.</p>
<p>Ini untuk menelusuri langsung keaslian gelar Rismon Hasiholan Sianipar. Saat ini ramai dugaan gelar Rismon dalam kartu identitasnya adalah palsu.</p>
<p>&ldquo;Saya klarifikasi saking saya penasaran, saya akan ke Jepang juga ke Yamaguchi University termasuk juga Universitas Mataram,&rdquo; ujar Tifa dalam konferensi pers di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Dia berharap dugaan gelar palsu Rismon adalah tidak benar. Sehingga, dia harus membuktikannya secara langsung.</p>
<p>&ldquo;Karena saya tidak mau, saya tidak percaya kalau Rismon itu gelarnya palsu. Saya tidak percaya, karena itu saya harus membuktikan sendiri ke Yamaguchi University,&rdquo; ucap dia.</p>
<p>Tifa juga berencana berkunjung ke Universitas Mataram guna menelusuri keaslian gelar Rismon. Apalagi Rismon pernah menjadi staf pengajar atau dosen di universitas tersebut.</p>
<p>&ldquo;Saya mau ketemu rektor, ketemu dekan dari Fakultas Informatika. Karena saya berharap di sana Rismon memang jadi pegawai, jadi dosen di sana,&rdquo; ucapnya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Tifa juga berencana datang ke Universitas Brawijaya untuk memastikan Rismon juga pernah menjadi staf pengajar di sana. Dia berharap hasil penelusurannya itu menunjukkan gelar yang didapat Rismon merupakan gelar asli.</p>
<p>&ldquo;Begitu juga dengan Universitas Brawijaya yang mana Rismon beberapa kali pernah jadi staf pengajar di sana. Saya ingin apa? Bukan membuktikan bahwa gelar Rismon itu palsu, tidak. Saya ingin ketemu ijazah asli Rismon karena dia adik kelas saya di UGM,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/1000662051.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Rismon Sianipar. Foto: Dok Ang]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Kriminal]]></category><category><![CDATA[Politik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dugaan Penghinaan Wartawan Bergulir, Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48273-dugaan-penghinaan-wartawan-bergulir-polres-empat-lawang-panggil-oknum-guru-pns</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48273-dugaan-penghinaan-wartawan-bergulir-polres-empat-lawang-panggil-oknum-guru-pns</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 11:05:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[EMPAT LAWANG (Realita) – Kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilaporkan oleh seorang jurnalis TVRI berinisial DA kini memasuki tahap p]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>EMPAT LAWANG (Realita) </strong>&ndash; Kasus dugaan penghinaan terhadap profesi wartawan yang dilaporkan oleh seorang jurnalis TVRI berinisial DA kini memasuki tahap penyelidikan.</p>
<p>Pihak kepolisian dari Polres Empat Lawang telah melakukan pemanggilan awal terhadap terlapor, seorang oknum guru berinisial AK pada hari Kamis, 16 April sekitar jam 10 pagi.</p>
<p>Pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan awal dalam tahap penyelidikan (lidik).</p>
<p>Dalam proses ini, penyidik mendengarkan langsung keterangan dari pihak terlapor guna melengkapi berkas perkara yang sebelumnya telah disertai laporan dan keterangan saksi.</p>
<p>Kanit Pidum Polres Empat Lawang, Ipda. Yulius, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor.</p>
<p>&ldquo;Sejauh ini, kami telah memanggil yang bersangkutan dan mendengarkan keterangannya. Untuk selanjutnya, proses masih terus berlanjut ke tahap penyelidikan,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Kasus ini bermula dari laporan DA yang merasa profesinya sebagai wartawan dihina, disertai dugaan adanya unsur fitnah.</p>
<p>Hingga saat ini, Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Empat Lawang masih terus mendalami perkara tersebut dengan mengumpulkan bukti tambahan dan keterangan lanjutan.</p>
<p>Pihak kepolisian memastikan akan menangani kasus ini secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.</p>
<p>Sementara itu, perkembangan kasus dugaan penghinaan profesi wartawan ini masih terus bergulir dan menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan insan pers di Kabupaten Empat Lawang.<strong>lis</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/148564.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Pihak kepolisian dari Polres Empat Lawang telah melakukan pemanggilan awal terhadap terlapor, seorang oknum guru berinisial AK. Foto: Humas]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Bupati Fawait Sabet PWI Jatim Award 2026, Jadi Energi Baru Pelayanan Publik Jember]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48272-bupati-fawait-sabet-pwi-jatim-award-2026-jadi-energi-baru-pelayanan-publik-jember</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48272-bupati-fawait-sabet-pwi-jatim-award-2026-jadi-energi-baru-pelayanan-publik-jember</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 08:05:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[JEMBER (Realita) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali menuai pengakuan.
Bupati Jember, Gus Fawait, m]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEMBER (Realita) </strong>&ndash; Komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kembali menuai pengakuan.</p>
<p>Bupati Jember, Gus Fawait, menerima penghargaan bergengsi dalam ajang PWI Jatim Award 2026 sebagai Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik.</p>
<p>Penghargaan tersebut diserahkan dalam puncak peringatan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur yang digelar di Dyandra Convention Center, Kamis malam (16/4/2026).</p>
<p>Mewakili bupati, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Regar Jeane Dealen Nangka, hadir menerima penghargaan tersebut. Apresiasi ini menjadi penanda bahwa upaya pembenahan layanan publik di Jember mulai dirasakan luas oleh masyarakat.</p>
<p>Dalam keterangannya, Gus Fawait menyebut penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan penyemangat untuk terus berbenah. Ia menegaskan bahwa capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>&ldquo;Penghargaan ini adalah vitamin bagi kami untuk bekerja lebih giat dan menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jember,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Lebih dari sekadar prestasi, penghargaan ini mencerminkan arah baru pelayanan publik di Jember yang semakin inklusif dan responsif. Tiga program unggulan menjadi fondasi utama perubahan tersebut, yakni UHC Prioritas, Peta Cinta, dan Wadul Gus&rsquo;e.</p>
<p>Program UHC Prioritas memastikan warga Jember, khususnya masyarakat kurang mampu, mendapatkan akses layanan kesehatan gratis di berbagai rumah sakit di Indonesia hanya dengan menunjukkan KTP Jember. Sementara Peta Cinta memudahkan masyarakat mengurus administrasi kependudukan seperti KTP dan KK langsung di tingkat kecamatan tanpa harus ke pusat kota.</p>
<p>Adapun Wadul Gus&rsquo;e menjadi jembatan komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah daerah. Melalui platform ini, warga dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, hingga ide pembangunan secara cepat dan terbuka.</p>
<p>Gus Fawait menegaskan, keberhasilan program-program tersebut sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah daerah juga memastikan dukungan sarana, termasuk ketersediaan blangko KTP di kecamatan, tetap terjaga demi kelancaran layanan.</p>
<p>Di akhir pernyataannya, ia mendedikasikan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Jember. Semangat kolaborasi, menurutnya, menjadi kunci untuk mewujudkan daerah yang lebih maju.</p>
<p>&ldquo;Ini untuk seluruh rakyat Jember. Mari kita melangkah bersama menuju Jember Baru yang lebih maju dan sejahtera,&rdquo; tegasnya.<strong>rdy</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/148452.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Bupati Jember, Gus Fawait, menerima penghargaan bergengsi dalam ajang PWI Jatim Award 2026 sebagai Tokoh Daerah Peningkatan Layanan Publik.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Layanan Publik]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[WFH-WFO Dimulai, Pemkot Kediri Gaspol Budaya Kerja Sehat dan Hemat Energi]]></title>
                    <link>https://realita.co/baca-48271-wfh-wfo-dimulai-pemkot-kediri-gaspol-budaya-kerja-sehat-dan-hemat-energi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://realita.co/baca-48271-wfh-wfo-dimulai-pemkot-kediri-gaspol-budaya-kerja-sehat-dan-hemat-energi</guid>
                    <pubDate>Sat, 18 Apr 2026 04:33:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[KEDIRI (Realita) - Hari pertama penerapan sistem kerja kombinasi Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri diwarnai]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEDIRI (Realita)</strong> - Hari pertama penerapan sistem kerja kombinasi Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri diwarnai aksi simbolis sekaligus inspiratif.</p>
<p>Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan teladan dengan bersepeda menuju Balai Kota Kediri, Jumat (17/4).</p>
<p>Kebijakan baru dengan komposisi 60 persen WFO dan 40 persen WFH ini tidak hanya dimaksudkan sebagai penyesuaian pola kerja, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam penghematan energi. Pemerintah Kota Kediri memanfaatkan momentum ini untuk mendorong transformasi budaya kerja yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam implementasinya, seluruh pegawai dihimbau untuk mengutamakan penggunaan moda transportasi yang ramah lingkungan. Sepeda dan transportasi umum menjadi pilihan utama guna menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di kalangan aparatur sipil negara.</p>
<p>&ldquo;Ke depan kita akan mengutamakan kendaraan yang tidak menggunakan BBM, seperti sepeda atau transportasi umum lainnya,&rdquo; ujar Mbak Wali.</p>
<p>Langkah ini mendapat respons positif dari jajaran perangkat daerah. Hampir seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi di Kota Kediri turut berpartisipasi dengan bersepeda saat berangkat kerja pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut.</p>
<p>&ldquo;Alhamdulillah hampir seluruh OPD dan instansi berangkat kerja menggunakan sepeda. Ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan efisiensi energi,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p>Dukungan juga ditunjukkan oleh Wakil Wali Kota Kediri yang memilih berjalan kaki menuju kantor.</p>
<p>Hal ini memperkuat pesan bahwa perubahan budaya kerja dimulai dari pimpinan sebagai role model bagi seluruh jajaran.</p>
<p>Melalui kebijakan ini, Pemkot Kediri berharap tidak hanya tercapai efisiensi energi, tetapi juga terbentuk budaya kerja yang lebih sehat dan produktif. Aktivitas fisik seperti bersepeda dan berjalan kaki dinilai mampu meningkatkan kebugaran sekaligus semangat kerja ASN.</p>
<p>Ke depan, Pemerintah Kota Kediri akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan kebijakan WFH-WFO ini agar manfaatnya semakin optimal, baik bagi lingkungan pemerintahan maupun masyarakat luas.</p>
<p>Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkot Kediri dalam mendukung gaya hidup ramah lingkungan serta pembangunan kota yang berkelanjutan.<strong>nia</strong></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://cdn.realita.co/content/uploads/202604/148417.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan teladan dengan bersepeda menuju Balai Kota Kediri, Jumat (17/4). Foto: Prokopin]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik]]></category><category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category></item></channel></rss>