SYDNEY- Seorang wanita asal Sydney, Australia, bernama Nadia Bokody, membagikan cerita kesehatan seksualnya yang tak biasa. Wanita 35 tahun itu belakangan mengaku sering mengalami nyeri panggul.
Bercerita kepada New York Post, Nadia baru mengetahui dirinya seorang lesbian di umurnya ke-35 tahun. Kekasihnya saat ini merupakan wanita pertama yang dipacari selama hidupnya dan kehidupan seksnya pun berubah drastis.
Baca juga: Los Angeles Dilalap Api, Pemadam Kebakaran Dituding terlalu Sibuk Urusi LGBT
"Semasa hidup saya berusaha menyukai laki-laki dan terpaksa berhubungan seks dalam kondisi yang tidak saya sukai. Kemudian saya memberi kesempatan diri untuk naksir pada wanita dan berhubungan seks dengannya, tapi kemudian aku merasa tidak pernah cukup," kata Nadia dikutip dari New York Post, Rabu (13/7/2022).
Selama berhubungan seks, Nadia selalu menggunakan vibrator atau mainan seks untuk memulai rangsangan. Namun yang tidak diketahui, masturbasi dan berhubungan seks berlebih bisa berakibat fatal pada tubuh.
Beberapa minggu setelah melakukan hubungan seks yang intens dengan pasangannya, Nadia tiba-tiba merasakan nyeri panggul. Menurut teman-temannya, kondisi itu bisa menjadi gejala infeksi menular seksual (IMS).
"Itu bisa jadi gejala IMS yang bisa diobati, kata teman saya. Saya disarankan pergi ke dokter untuk melakukan periksakan diri dan diminta sementara tidak melakukan hubungan seks," curhat Nadia.
Baca juga: Kecanduan Lem dan Positif Napza, Satpol PP Surabaya Bantu Rehab ke RSJ Menur
Nadia pun langsung bergegas ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Ia pun khawatir mengidap infeksi menular seksual.
Setelah melakukan pemeriksaan darah dan urin, dokter menyatakan penyakitnya bukan gejala IMS. Nadia pun sempat tidak percaya, sebab menurut keterangan yang dibacanya di Google, gejala yang dirasakan bisa menjadi tanda dirinya mengidap IMS.
"Saya cukup yakin. Ini karena Anda terlalu sering merangsang klitoris Anda. Istirahatkan vibrator Anda selama beberapa hari dan lakukan aktivitas selain seks dengan pasangan Anda," kata Nadia, menirukan penjelasan sang dokter.
Baca juga: Jarang Berhubungan Intim Picu Stres hingga Kanker Prostat
Setelah beberapa jam berkonsultasi dengan dokter, hasil lab menunjukkan bahwa Nadia negatif mengidap IMS. Ia pun langsung mengikuti anjuran dokter untuk tidak melakukan rangsangan di klitoris dan tidak melakukan hubungan seks.
"Setelah beberapa hari istirahat, vulva saya terasa kembali normal," ungkap Nadia. Ik
Editor : Redaksi