Kanada vs China Memanas, Saling Usir Diplomat

realita.co
Xi Jinping-Trudeau saat bertemu di Indonesia beberapa waktu lalu. Foto: G@20

BEIJING - Hubungan antara China dan Kanada memanas. Kedua negara itu saling balas dengan mengusir diplomat.

Dilansir AFP, Selasa (9/5/2023), Pemerintah Kanada mengusir seorang diplomat China terkait dugaan intimidasi terhadap seorang anggota parlemen yang kritis terhadap Beijing. Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada, Melanie Joly, menyatakan diplomat China itu telah ditetapkan 'persona non grata'.

Baca juga: Ingin Move On, Nathalie Holscher Unfollow Sule

Dia menegaskan Ottawa 'tidak akan mentoleransi segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri kami'.

"Kami tetap teguh dalam tekad kami mempertahankan demokrasi adalah yang paling penting," ujar Joly dalam pernyataannya.

Dia mengatakan para diplomat asing di Kanada 'telah diperingatkan bahwa jika mereka terlibat dalam perilaku semacam ini, mereka akan dipulangkan'. Langkah itu menambah buruk hubungan antara China dan Kanada yang sudah tegang.

Baca juga: Sule Bantah Nathalie Sedang Hamil Anak Kedua

Beijing sendiri menuduh Ottawa telah 'menyabotase' hubungan kedua negara. China mengancam akan memberikan langkah balasan yang tegas terhadap Kanada.

"Pihak China akan mengambil tindakan balasan yang tegas dan semua konsekuensi yang timbul darinya akan ditanggung oleh pihak Kanada," demikian pernyataan Kedutaan Besar China di Kanada.

Baca juga: Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia, Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Merek dan Logo

Otoritas China menyerukan Kanada untuk mengambil 'langkah mundur dari jurang'. Beijing pun menyatakan telah mengajukan nota protes secara resmi atas pelanggaran hukum internasional dan norma diplomatik terkait pengusiran diplomat itu.

China turut menuding Kanada sedang 'secara sengaja merusak hubungan' dengan mitra perdagangan yang terbesar keduanya itu. Menurut sumber yang memahami masalah ini, seorang pejabat pada Konsulat China di Toronto, Zhao Wei, berada di pusat pertikaian diplomatik tersebut. Zhao diminta segera meninggalkan Kanada dalam waktu lima hari.ik

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru