SURABAYA- Gempa yang terjadi di kawasan perairan timur Tuban, Jawa Timur, dan dirasakan Surabaya terus dianalisis BMKG.
Kepala Pusat Gempa Bumi Daryono mengatakan, pihaknya sempat surprise dengan kemunculan gempa di Kawasan Tuban dan dirasakan hingga Surabaya.
Baca juga: BMKG Imbau Warga Pesisir NTB Waspada Banjir Rob 19–26 November 2025
Menurut dia, sesar yang ada di kawasan episenter saat ini masuk ke dalam jenis low seismicity. Kendati demikian, dia menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan kajian dan analisis untuk sesar di kawasan Bawean.
”Kita tinggal di batas lempeng tektonik. Di mana proses tekanan itu akan bertransfer ke berbagai tempat. Tekanan itu akan mengakumulasi di zona-zona tertentu dan bakal terjadi gempa,” terang Daryono.
Baca juga: BMKG Mengingatkan Potensi Peningkatan Curah Hujan, Angin Kencang dan Petir
Daryono menuturkan, gempa Bawean menjadikan pembelajaran BMKG. Kawasan itu masuk low seismicity tetap perlu diwaspadai.
Dia menilai, sesar di Bawean awalnya belum terlalu tegas.
Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem, 250 Personel di 24 Titik Pos Pantau Pesisir Surabaya
”Sesar belum terpetakan secara tegas. Beda seperti sesar seperti sesar Lembang di Bandung,” ucap Daryono.
Di Kawasan itu sebenarnya, ungkap Daryono, pada era 1800-an pernah terjadi gempa. Namun, pihaknya masih perlu melakukan kajian lebih dalam. Sebab, kala itu masih dicatat belum maksimal.ys
Editor : Redaksi