KOTABARU (Realita) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru melaksanakan bimbingan teknes trauma healing pasca bencana, yang bertempat diruang rapat lantai 4 Hotel Grand Surya Kotabaru, Senin (02/12/1024).
Kegiatan bimtek tersebut dibuka oleh Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru Hendra Indrayana, STP.S.Si, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa serta 2 orang aparatur desa.
Baca juga: BPBD Kotabaru Gelar Silaturahmi dan Pelatihan Mitigasi Bencana untuk Awak Media
Dalam sambutannya Hendra Indrayana menyampaikan, Indonesia adalah negara pertama di Asia - Pasific yayangenjadi tuan rumah Platform Global pengurangan bencana, hal ini menunjukkan kepercayaan besar masyarakat internasional terhadap penanggulangan resiko bencana.
Kotabaru mempunyai kondisi alam yang sangat bervariasi, terdiri dari daerah pegunungan, daerah pantai,daerah daratan, daerah perairan dan pulau pulau kecil, kondisi seperti ini yang menyebabkan kotabaru menjadi daerah rawan bencana banjir, tanah longsor, gelombang ekstrim, abrasi, cuaca ekstrim dan kebakaran hutan dan lahan bahkan pemukiman tambahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Lathifu Arsyiono menyampaikan bahwa ada dua kegiatan, yang pertama gladi, tentang bagaiman penanggulangan mitigasi serta pencegahan bencana terutama didaerah pesisir.
“Seperti kita ketahui sekarang lagi musim bencana cuaca ekstrim, bencana hidrometeorologis, yang sangat terdampak di wilayah-wilayah pesisir seperti di Kecamatan Pulau Kepulauan lainnya,” ucapnya.
Baca juga: BPBD Kotabaru Imbau 18 Kecamatan Siaga Hadapi Banjir Rob Januari-Februari 2025
Dengan sosialisasi peserta baik dari kecamatan maupun aparat desa di bekali pengetahuan bagaimana meminimalisir dampak dan kerugian yang terjadi jika bencana itu terjadi.
Lathifu Arsyiono juga menyampaikan bahwa untuk materi ke dua bimbingan teknis yakni terkait trauma healing paska bencana. Dengan materi tersebut peserta bisa mengetahui bagaimana mengatasi trauma yang terkena bencana seperti stres dan rasa takut.
“Disinilah peran trauma healing untuk menenangkan dan memotivasi, memberikan pencerahan agar hidup bisa terus berlanjut walaupun kita ditempah musibah, bencana, namun kehidupan ini terus berlanjut dan kita bisa membangun kembali apa yang telah terdampak,” tuturnya.
Baca juga: Dampak Kekeringan, Pemkot Madiun "Gercep" Droping Air Bersih
Untuk bencana gelombang ekstrim dan cuaca ekstrim yang rawan terjadi di wilayah Kotabaru yakni yang ada di pesisir seperti Pulau Tanjung Selayar, Pulau Laut Barat, Pulau Sembilan, Tanjung Semalantakan, Pamukan Selatan dan seluruh kecamatan yang ada di pesisir.
Ia berharap dengan adanya bimbingan teknis trauma healing pascabencana, peserta mampu memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana cara menanggulangi dan menghadapi bencana terutama cuaca ekstrim.hai
Editor : Redaksi