PINRANG (Realita)- Kisah pilu dialami Zahwa, santri yang tewas dalam kebakaran Pondok Pesantren di Pinrang, Sulawesi Selatan.
Kejadian tragis santri tewas terbakar itu menjadi viral dan menyita perhatian publik.
Baca juga: Terdakwa Pembakaran Polsek Dituntut 6 Bulan Penjara, Jaksa Pertimbangkan Masa Depan Pendidikan
Diketahui, kebakaran ini melahap bangunan Ponpes DDI Patobong pada pukul 13.00 Wita, Rabu (8/1/2025).
Kasat Reskrim Polres Pinrang Iptu Andi Reza Pahlawan menerangkan kebakaran dipicu karena korsleting listrik dari kipas angin. Percikan api dari korsleting listrik tersebut terbawa angin lalu membesar dan membakar asrama di ponpes tersebut.
Baca juga: Kebakaran Dahsyat Hongkong, Disnaker Cari PMI Ponorogo Jadi Korban
Nahas, saat kejadian, Zahwa diketahui tengah melaksanakan sholat dhuhur di masjid. Ia sempat berlari ke kamar untuk menyelamatkan barang-barangnya.
Tapi malangnya saat di kamar, Zahwa justru terjebak dalam kobaran api. Asap tebal juga membuat Muhammad Zahwa tak mampu menembus pintu keluar.
Baca juga: 4 Petak Rumah Kontrakan di Alang Laweh Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
Seorang staf pesantren bercerita bahwa ketika jasad Zahwa ditemukan, jasad Zahwa dalam kondisi memeluk Al Quran.
Editor : Redaksi